Setiap manusia memiliki sejarah hidup yang mungkin membentuk siapa diri mereka hari ini. Namun, tidak semua masa lalu berjalan dengan mulus. Banyak orang yang mungkin secara tanpa sadar terus-menerus terbelenggu masa lalu.
Secara psikologi maupun rohani, indikator masa lalu seseorang masih menguasainya adalah adanya perilaku yang terlihat menguasai, seperti adanya dorongan (impuls) yang tak terkendali. Belenggu seperti ini, di dalam Alkitab, sering terkait dengan manusia lama.
Efesus 4:21-23
Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus, yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu.
Kita diajak untuk dibaharui di dalam roh dan pikiran, serta mengenakan manusia baru yang diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.
Teori Gunung Es (The Iceberg Theory)
Untuk memahami masa lalu memengaruhi hidup kita, ada teori ”Gunung Es”, yaitu:
- Permukaan (10%) adalah apa yang terlihat di luar, yaitu perilaku sadar, tindakan sehari-hari, dan apa yang kita tunjukkan kepada orang lain.
- Bawah Permukaan (90%) adalah bagian terbesar yang tersembunyi dan mungkin tidak disadari, tempat berkumpulnya luka-luka lama, trauma, penolakan, rasa bersalah, serta memori masa kecil yang belum terselesaikan. Bagian yang tidak terlihat tersebutlah yang jauh lebih besar dan memiliki daya dorong lebih kuat dalam mengendalikan hidup seseorang daripada apa yang kelihatan di permukaan luar.
Ketika porsi 90% di bawah gunung es dipenuhi luka yang belum sembuh, itu akan menghasilkan dampak nyata dalam kehidupan sehari-hari, seperti empat manifestasi yang sering muncul seperti hal-hal berikut ini:
• Emosi yang Tidak Terkendali
Kemarahan yang meluap-luap, kesedihan mendalam yang tidak beralasan, ketakutan yang berlebihan (anxiety), atau rasa tidak aman terus-menerus (insecurity).
• Pola Pikir yang Sifatnya Merusak (Toxic Mindset)
Pola pikir menjadi kacau, bingung, khawatir, pemikiran negatif terhadap diri sendiri (self-loathing), ataupun tidak percaya orang lain bahkan terhadap Tuhan.
• Kecanduan (Addiction)
Untuk melarikan diri atau mematikan rasa sakit (numbing the pain) dari luka masa lalu, seseorang sering kali terjebak dalam berbagai bentuk adiksi. Kecanduan ini justru menjadi borgol yang mengikat kebebasan seseorang, baik itu kecanduan narkoba, minuman keras, zat adiktif lainnya, pornografi, judi online, belanja berlebihan, maupun perilaku destruktif lainnya.
• Hubungan yang Bersifat Merusak (Manipulasi, Sabotase)
Luka masa lalu merusak cara seseorang berinteraksi dengan sesamanya. Ini memicu perilaku manipulatif atau ingin mengendalikan orang lain, ataupun sabotase diri yang merusak hubungan yang sehat karena merasa tidak layak dicintai. "Hurt People Hurt People" (orang yang terluka, biasanya juga akan melukai orang lain).
Beberapa tokoh di Alkitab juga pernah berhadapan dengan ‘shadow’ atau bayang-bayang, sisi gelap, atau luka dalam hidup mereka, seperti Musa yang mungkin mengalami krisis identitas dan trauma penolakan sehingga membuatnya menjadi pembunuh, dan pelarian di padang gurun sebelum dipulihkan oleh Tuhan.
Salomo, di balik hikmatnya yang luar biasa, memiliki kekosongan hati yang terlihat dari pengejaran kedagingan, dan penyembahan berhala di masa tuanya.
Raja Saul, yang awalnya dipilih Tuhan, bahkan Daud menjadi pelayannya dan pembawa senjatanya (1 Samuel 16), namun karena rasa ketakutan, rasa tidak aman, dan kecemburuan yang tidak disembuhkan, membuat Saul jatuh dalam kehidupan yang gelap, hingga tega memerintahkan membunuh para imam di Nob serta penduduknya (1 Samuel 22).
Simson, seorang nazir Allah yang luar biasa kuat secara fisik, namun rapuh secara emosional, sehingga sisi emosionalnya terhadap penerimaan terhadap wanita, terutama Delila, menghancurkan panggilan hidupnya.
Yunus, yang melarikan diri menjauh dari panggilan Tuhan karena mungkin adanya rasa kepahitan di hatinya, prasangka terhadap bangsa lain, yakni rakyat Niniwe, ia harus masuk ke dalam perut ikan besar.
Jalan Menuju Pemulihan (How To Get Healed)
Bagaimana kita bisa keluar dari bayang-bayang masa lalu? "Give light, and the darkness will disappear of itself," atau berikan terang, maka kegelapan akan lenyap dengan sendirinya (Desiderius Erasmus).
Empat langkah untuk mengalami pemulihan:
1. Discover Yourself (Temukan dan Sadari Siapa Diri Kita)
Pemulihan tidak akan pernah terjadi tanpa adanya kesadaran dan kejujuran. Kita harus berani melihat ke dalam diri untuk mengenali luka emosi maupun trauma yang selama ini mungkin tersembunyi di bawah permukaan gunung es.
Kita juga mesti menyadari kebutuhan dasar manusia (our basic human needs) yang tidak terpenuhi dengan benar di masa lalu, seperti sentuhan fisik, rasa penerimaan yang aman, kasih sayang, hubungan sosial, dan harga diri, akan menjadi obsesi yang tidak sehat.
"Trauma is not your fault, but healing is your responsibility” (Trauma mungkin bukan salah kita, tetapi menuju kesembuhan juga menjadi tanggung jawab kita).
2. Serahkan Hati Kita yang Hancur Hanya Kepada Tuhan
Cara terbaik untuk menyembuhkan hati yang hancur bukanlah dengan kekuatan sendiri, melainkan dengan menyerahkan setiap serpih-serpihannya kepada Tuhan. "The best way to heal a broken heart is to give God all the pieces."
Yeremia 30:17
Sebab Aku akan mendatangkan kesembuhan bagimu, Aku akan mengobati luka-lukamu, demikianlah firman TUHAN, sebab mereka telah menyebutkan engkau: orang buangan, yakni sisa yang tiada seorangpun menanyakannya.
3. Alami Rekonsiliasi (Relationship Reconciliation)
Pemulihan gunung es emosi kita yang 90% itu harus masuk ke dalam salib Kristus.
2 Korintus 5:19-20
Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami. Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah.
Allah telah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran kita. Kita diundang untuk menerima pendamaian tersebut dan mengizinkan kasih Allah (God's love) merestorasi identitas kita.
Tuhan Yesus yang telah mati di kayu salib untuk mengampuni dan menebus kita orang berdosa, supaya menjadi orang-orang yang dikasihi, ditebus, diampuni, diterima, dihargai, dipulihkan, dan dimampukan.
Meski masa lalu kita mungkin tidak baik, tetapi Tuhan menerima kita, dan tetap mengasihi kita tanpa syarat, dan apa adanya. Sekalipun mungkin kita sering melakukan kesalahan serta mengalami kegagalan, namun Ia tetap menyambut kita secara hangat, serta rindu mengubah, memulihkan kita. Ia tidak pernah menyerah terhadap kita. Dan seperti halnya Tuhan mengampuni kita, ampunilah juga orang lain yang bersalah terhadap kita.
4. Growth (Pertumbuhan)
Kesembuhan bukanlah titik akhir, melainkan sebuah pintu gerbang menuju pertumbuhan. Seseorang yang telah dipulihkan akan mengalami perubahan radikal dalam cara merespons terhadap apa pun yang mungkin terjadi dalam hidupnya. Ada bedanya antara reaksi serta respons.
- Reaksi (manusia lama) adalah tindakan impulsif yang digerakkan oleh luka masa lalu, ego, kepahitan, dan emosi sesaat yang bersifat defensif ataupun menyerang
- Respons (manusia baru) merupakan tindakan bijak yang lahir dari hati yang telah disembuhkan, berpikir secara matang, dan selaras dengan firman Tuhan
Memelihara Pemulihan Melalui Disiplin Rohani
Agar tidak jatuh ke belenggu manusia lama, perlu membangun gaya hidup yang baru, yaitu:
• Memelihara Persekutuan dengan Tuhan
Membangun hubungan yang karib dengan Tuhan setiap hari melalui doa, pujian, penyembahan, dan membaca firman.
• Memiliki Komunitas
Mau bergabung dalam komunitas rohani yang sehat, terbuka, serta saling mendukung untuk menjaga integritas, seperti melalui COOL maupun WOI kita ini.
Roma 15:13
Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan.
Disiplin rohani (spiritual disciplines) tidak terbentuk secara instan, melainkan sama halnya melatih otot fisik dengan beban, begitu juga disiplin rohani untuk menjaga kekudusan dan mengalami kesehatan jiwa harus dibangun dan dilatih secara terus-menerus, berulang-ulang.
Tuhan Yesus Memberkati
Kolekte
BCA Cab. Menara Ancol
ac 635.100.0101
an. GBI PRJ
Perpuluhan
BCA Cab. Menara Ancol
ac. 635.100.0101
an. GBI PRJ
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.371.7878
an. GBI PRJ
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.327.7878
an. GBI PRJ
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.316.7878
an. GBI PRJ
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.9777.133
an. GBI PRJ Pluit
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.8777.122
an. GBI PRJ Pluit
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.522.3030
an. GBI PRJ Mandarin Service
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Pembangunan
BCA Cab Thamrin
ac. 206.977.7575
an. GBI House Of Christ Revival
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.577.7272
an. GBI House Of Christ Revival
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.378.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.353.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.356.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.3800
an. GBI Intercon
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.5900
an. GBI Intercon
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.4300
an. GBI Intercon
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.013.9400
an. GBI St Moritz



