1. Apa reaksi pertama pada waktu mendengar terkena kanker?
Ibu Linda Agum Gumelar:
Terjadi di tahun 1996, disampaikan dokter bahwa diagnosanya adalah kanker payudara ganas stadium awal. Hal terberat adalah ketika menyampaikan kepada keluarga. Kemudian bersama Almh. Rima Melati mendirikan Yayasan Kanker Payudara Indonesia.
Ibu Julia Soeharsono:
Terjadi di tahun 2019 awal setahun sebelum COVID-19, terdiagnosa yang pertama kali. Tidak menjalani kemoterapi hanya diradiasi, seperti tidak terjadi ada apa-apa.
Filipi 2:12
Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir.
Kemudian mendapatkan visi dari Tuhan melalui ayat di atas dan juga konfirmasi dari Ev. Indri Pardede untuk melayani orang-orang sakit.
2. Apa yang terjadi selama mengalami kanker?
Ibu Linda Agum Gumelar:
• Bagi yang pernah terdiagnosa kanker, satu nafas sangat berharga dan digunakan untuk kegiatan-kegiatan yang baik
• Ada rahasia Tuhan dibalik penyakit yang dialami, yaitu dapat mendirikan YKPI dan berguna untuk menolong banyak pasien kanker payudara lainnya
• Mendapat dukungan yang luar biasa dari suami (Bapak Agum Gumelar)
• Ada satu titik ketika mau operasi, bahwa Ibu Linda pasrah kepada ketentuan Tuhan. Yang dulunya perempuan yang berambut tebal, sekarang gundul. Yang dulunya perempuan yang aktif berorganisasi, sekarang harus mengurangi kegiatan, dan berbagai hal lainnya. Kita semua harus melalui hidup ini dengan optimis dan semangat.
Ibu Julia Soeharsono:
• Mendapatkan support yang luar biasa dari suami
• Merasakan bagaimana kasih Tuhan dalam hidup, dikarunai anak yang baik
• Ketika didiagnosa kembali terdeteksi mengalami kanker kedua kali tahun 2025, Tuhan kembali mengingatkan suatu pelayanan yang baru dari Tuhan, bukan jenis pelayanan yang Ibu Julia mau
• Tuhan memproses Ibu Julia selama 2025, sepertinya Tuhan diam tidak merespons. Sampai suatu hari, setelah kemoterapi kedua Ibu Julia berdoa kepada Tuhan apakah Tuhan sudah lupa kepada Ibu Julia. Kemudian Ibu Julia melihat sebuah videotron di Singapura menampilkan ayat berikut:
Matius 4:19
Yesus berkata kepada mereka: ”Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.”
Lukas 17:11-19
Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem Yesus menyusur perbatasan Samaria dan Galilea. Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh dan berteriak: ”Yesus, Guru, kasihanilah kami!” Lalu Ia memandang mereka dan berkata: ”Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam.” Dan sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir. Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring, lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria. Lalu Yesus berkata: ”Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu? Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?” Lalu Ia berkata kepada orang itu: ”Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau.”
Yang disembuhkan sepuluh orang, tetapi yang kembali dan bersyukur kepada Tuhan hanya satu orang.
Ev. Indri Pardede
Daniel 6:11
Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.
Yang didengar Daniel adalah sesuatu yang sangat tidak enak. Ada larangan untuk berdoa selain kepada raja. Bagaimana respons Daniel apakah dia marah, kecewa, merasa tidak adil? Tidak, dia berlutut, berdoa, dan memuji Tuhan.
Seperti kesaksian dua wanita luar biasa di atas yang mengalami hal yang tidak enak, apa respons mereka? Mereka tidak menyerah, tetap semangat, dan dipakai Tuhan secara luar biasa.
Bilangan 13:31-33
Tetapi orang-orang yang pergi ke sana bersama-sama dengan dia berkata: ”Kita tidak dapat maju menyerang bangsa itu, karena mereka lebih kuat dari pada kita.” Juga mereka menyampaikan kepada orang Israel kabar busuk tentang negeri yang diintai mereka, dengan berkata: ”Negeri yang telah kami lalui untuk diintai adalah suatu negeri yang memakan penduduknya, dan semua orang yang kami lihat di sana adalah orang-orang yang tinggi-tinggi perawakannya. Juga kami lihat di sana orang-orang raksasa, orang Enak yang berasal dari orang-orang raksasa, dan kami lihat diri kami seperti belalang, dan demikian juga mereka terhadap kami.”
Bilangan 14:1-3
Lalu segenap umat itu mengeluarkan suara nyaring dan bangsa itu menangis pada malam itu. Bersungut-sungutlah semua orang Israel kepada Musa dan Harun; dan segenap umat itu berkata kepada mereka: ”Ah, sekiranya kami mati di tanah Mesir, atau di padang gurun ini! Mengapakah Tuhan membawa kami ke negeri ini, supaya kami tewas oleh pedang, dan isteri serta anak-anak kami menjadi tawanan? Bukankah lebih baik kami pulang ke Mesir?”
Dua ayat di atas adalah bagaimana respons orang Israel. Bukan lamanya seorang menjadi Kristen, namun bagaimana respons seseorang mengalami “dapur api”. Kita diciptakan Tuhan untuk menjadi garam dan terang dunia. Setiap kita mau dipakai Tuhan lewat setiap pengalaman kita, lewat setiap sakit penyakit atau pergumulan.
Tuhan Yesus Memberkati
Kolekte
BCA Cab. Menara Ancol
ac 635.100.0101
an. GBI PRJ
Perpuluhan
BCA Cab. Menara Ancol
ac. 635.100.0101
an. GBI PRJ
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.371.7878
an. GBI PRJ
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.327.7878
an. GBI PRJ
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.316.7878
an. GBI PRJ
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.9777.133
an. GBI PRJ Pluit
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.8777.122
an. GBI PRJ Pluit
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.522.3030
an. GBI PRJ Mandarin Service
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Pembangunan
BCA Cab Thamrin
ac. 206.977.7575
an. GBI House Of Christ Revival
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.577.7272
an. GBI House Of Christ Revival
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.378.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.353.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.356.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.3800
an. GBI Intercon
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.5900
an. GBI Intercon
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.4300
an. GBI Intercon
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.013.9400
an. GBI St Moritz



