📌 Ringkasan sebelumnya : Yohanes 1
Saksi mata adalah mereka yang menyaksikan sendiri sebuah peristiwa. Jika saksi mata menyampaikan peristiwa yang disaksikannya tanpa rekayasa, maka penjelasan dari peristiwa itu diterima sebagai fakta kebenaran. Yohanes adalah salah satu saksi kunci mengenai perkataan dan kehidupan Yesus.
Pengalaman bersama Yesus tidak hanya menjadikan Yohanes sebagai seorang saksi, tetapi membuat dirinya makin mengenal siapakah Yesus itu. Bagi Yohanes, Yesus adalah Sang Firman dan Terang. Setiap orang yang telah memutuskan untuk hidup dalam Yesus seharusnya tidak lagi hidup dalam kegelapan.
Yesus adalah Firman yang berinkarnasi menjadi manusia. Hal ini tidak serta-merta membuat manusia dapat menerima kehadiran dan perbuatan-Nya dengan mudah. Yohanes justru mencatat bahwa manusia menolak-Nya.
Kebersamaan dan kedekatan Yohanes dengan Yesus memberikan banyak pengalaman rohani yang berkualitas. Pengalaman itu membuat Yohanes mengenal dan memahami identitas Yesus. Pengenalan yang berkualitas inilah yang seharusnya kita miliki supaya kita mampu dan siap sedia menjadi saksi bagi kebenaran-Nya, walaupun kita harus berhadapan dengan penolakan. Di sini Yohanes memberikan teladan yang berkualitas tentang pengenalan yang sejati akan Kristus.
Yohanes bersaksi bahwa Yesus adalah Anak Allah. Lebih jauh, dapat dilihat isi kesaksian Yohanes. Pertama, ia bukanlah mesias yang ditunggu- tunggu umat Israel. Yohanes hanyalah merupakan suara yang menyaksikan Yesus Sang Mesias. Kedua, Yesus akan membaptis dengan Roh Kudus. Yohanes membaptis untuk menyatakan Yesus kepada Israel. Melalui baptisan yang dilakukannya, ia dapat memperkenalkan Yesus. Ketiga, Yesus adalah Anak domba Allah. Istilah Anak domba Allah dikaitkan dengan dosa dan dunia. Hal ini memberikan pengertian bahwa Kristus, sebagai kurban, berasal dari dan disediakan oleh Allah. Tujuan pengurbanan Kristus adalah untuk menghapus dosa manusia. Lingkup penebusan-Nya tidak terbatas kepada umat Israel saja, melainkan kepada seluruh suku yang ada di dunia. Sekali lagi, sentralitas Yesus dalam kesaksian Yohanes terlihat jelas.
Berita Yohanes berpusat pada Kristus. Ia diutus Allah. Apakah dengan demikian berita yang disampaikannya secara otomatis diterima manusia? Para imam, orang Lewi, dan orang Farisi datang ke Yohanes untuk meminta penjelasan dan penegasan. Tidak diberitahukan apakah mereka kemudian percaya pada Yesus sebagai akibat kesaksian Yohanes. Tetapi, jelas hal ini tidak membuat Yohanes menjadi kendur semangatnya atau kecewa. Keesokan harinya, Yohanes kembali bersaksi tentang Yesus.
📖 Pengantar Yohanes 2
Tuhan Yesus, Sang Firman dengan misi pengurbanan demi keselamatan manusia, justru memulai pelayanan-Nya dengan hadir dan menyatakan berkat-Nya pada sebuah perjamuan kawin di Kana. Kehadiran-Nya sebagai salah satu tamu sepertinya biasa-biasa saja. Namun, makna di balik kehadiran-Nya luar biasa. Perhatian Yesus ditujukan kepada manusia dalam kebutuhan sehari-hari mereka.