📌 Ringkasan sebelumnya : Lukas 24
Yesus bangkit! Pagi-pagi benar pada hari Minggu perempuan-perempuan dengan rempah-rempah bergegas ke kuburan. Siapa mereka? Nama-nama mereka: Maria dari Magdala, Yohana dan Maria ibu Yakobus dan beberapa perempuan lain. Perempuan-perempuan itu ingin memberi rempah-rempah pada mayat Yesus. Ketika tiba di kuburan, ternyata mayat Yesus sudah tidak ada. Apakah mayat Yesus sudah dicuri? Adakah orang yang sudah mengambil mayat Yesus. Tentu ini pikiran-pikiran yang muncul dalam benak mereka. Mereka sama sekali tidak mengharapkan Yesus bangkit.
Ketika sedang bingung, tiba-tiba malaikat muncul. Malaikat-malaikat tersebut menyatakan bahwa Yesus telah bangkit. Dua malaikat memberi kesaksian Yesus bangkit agar tuntutan kesaksian dalam Ulangan 19:15 terpenuhi.
Dengan perkataan lain, kebangkitan Yesus bukanlah peristiwa yang mendadak dan mengejutkan. Kebangkitan-Nya telah dinyatakan sebelumnya. Teringat pada perkataan Yesus, perempuan-perempuan sadar bahwa Yesus bangkit. Berita kebangkitan Yesus mereka saksikan kepada murid-murid Yesus. Apa reaksi murid-murid? Percaya? Ternyata tidak!. Justru mereka menganggap bahwa kesaksian perempuan-perempuan tersebut adalah omong kosong. Memang sulit menerima fakta bahwa Yesus telah bangkit, kecuali dengan iman.
Beberapa murid tidak dengan mudah percaya kepada berita tersebut. Bahkan mereka masih tidak percaya setelah ditunjukkan beberapa indikasi kebangkitan Yesus. Indikasi-indikasi tersebut tampak secara terang-terangan ketika mereka berjalan bersama-sama dengan Yesus, bercakap-cakap dengan-Nya, dan mendengar kabar kebangkitan-Nya. Bahkan kebenaran tentang kabar itu telah terkonfirmasi melalui tidak adanya tubuh Yesus di dalam kubur, dan mereka diajar oleh Yesus sendiri tentang Mesias yang harus menderita dan bangkit. Dari sederet indikasi tersebut, kedua murid masih saja belum percaya, sampai-sampai Tuhan Yesus menyebut mereka sebagai orang bodoh dengan hati yang lamban.
📖 Pengantar Yohanes 1
Saksi mata adalah mereka yang menyaksikan sendiri sebuah peristiwa. Jika saksi mata menyampaikan peristiwa yang disaksikannya tanpa rekayasa, maka penjelasan dari peristiwa itu diterima sebagai fakta kebenaran. Yohanes adalah salah satu saksi kunci mengenai perkataan dan kehidupan Yesus.
Pengalaman bersama Yesus tidak hanya menjadikan Yohanes sebagai seorang saksi, tetapi membuat dirinya makin mengenal siapakah Yesus itu. Bagi Yohanes, Yesus adalah Sang Firman dan Terang. Setiap orang yang telah memutuskan untuk hidup dalam Yesus seharusnya tidak lagi hidup dalam kegelapan.