
Belakangan ini juga ada video viral tentang satu truk KitKat yang "hilang"—dicuri. Lucu, berita ringan, tapi juga mungkin bisa bikin kita sadar: kalau sesuatu hilang, refleks pertama kita adalah satu kata—dicuri.
Menariknya, reaksi yang sama juga muncul dalam kisah Paskah.
Ketika kubur Yesus ditemukan kosong, muncul narasi yang sama: "Katakanlah bahwa murid-murid-Nya datang pada malam hari dan mencuri Dia ketika kamu sedang tidur" (Matius 28:13, TB2).
Btw, mana ada orang tidur --benar-benar tertidur-- tahu apa yang terjadi atau siapa yang sedang beraksi? Lucu!
Sejak awal itu, kebangkitan Yesus bukan ditolak tanpa alternatif—tetapi diganti dengan penjelasan yang lebih "masuk akal": tubuh atau jasad-Nya dicuri. Tapi mari kita pikirkan sebentar.
Murid-murid pada saat itu sedang ketakutan. Mereka bersembunyi. Petrus bahkan menyangkal Yesus. Secara logika, apakah kelompok orang yang ketakutan ini akan berani menghadapi penjaga Romawi—pasukan paling disiplin saat itu—hanya untuk mencuri jenazah?
Lebih jauh lagi, jika mereka benar-benar mencuri tubuh Yesus, mengapa mereka kemudian rela mati demi memberitakan bahwa Yesus bangkit?
Orang bisa mati untuk sesuatu yang salah—tetapi sangat jarang orang mau mati untuk sesuatu yang mereka tahu itu bohong. Kisah kebangkitan tidak berdiri di atas cerita yang rapi, tetapi di atas perubahan hidup yang nyata dan radikal.
Lukas 24:6 (TB2), "Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit. Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada kamu, ketika Ia masih di Galilea."
Yesus tidak ada lagi di sini. Dia sudah hidup kembali. Ingatlah yang sudah Dia katakan kepada kalian ketika masih di Galilea. (TSI)
Ia tidak ada di sini! Ia telah hidup kembali! Tidak ingatkah kalian apa yang telah dikatakan-Nya kepada kalian di Galilea? Mesias akan diserahkan ke tangan orang-orang jahat, lalu disalibkan, dan Ia akan bangkit kembali pada hari ketiga? (FAYH)
Inilah inti Paskah. Lalu apa artinya bagi kita? Kadang kita juga mungkin sekarang melakukan hal yang sama seperti orang-orang pada waktu itu. Ketika Tuhan bekerja dalam serta melalui hidup kita, kita cari penjelasan lain, seperti:
"Ah, kebetulan."
"Ah, memang lagi beruntung."
"Ah, mungkin cuma perasaan."
Lebih mudah percaya perkataan orang-orang, daripada pada mujizat dan kuasa kebangkitan Tuhan.
1 Korintus 15:17 (TB2), "Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, sia-sialah kepercayaan kamu."
Dan kalau Kristus tidak dihidupkan kembali maka kepercayaanmu hanyalah impian belaka; itu berarti kalian masih dalam keadaan berdosa dan tidak mempunyai harapan sama sekali. (BIS)
Seandainya Kristus tidak dihidupkan kembali, maka sia-sialah kalian percaya kepada-Nya dan Allah belum mengampuni dosa-dosa kalian. (OKKH)
Puji Tuhan, Yesus benar-benar bangkit.
Jadi, percayakah Saudara?
~ JP