
Suatu hari, seorang hamba Tuhan, Charles Spurgeon, pernah ditanya mengapa ia merasa perlu untuk selalu dipenuhi oleh Roh Kudus.
Beliau hanya menjawab, "Because I leak," atau bahwa karena ia sering kali rapuh, tidak sadar akan kesalahan, ataupun cenderung melakukan kesalahan. Karena itulah dia sangat butuh tiap saat dipenuhi oleh Roh Allah.
Seperti halnya beliau, kita adalah manusia yang lemah, yang setiap saat bisa saja berisiko kehilangan semangat, hikmat, ataupun kuasa rohani. Karena itu, terus-menerus kita memerlukan pertolongan Allah Roh Kudus.
Kelemahan secara manusiawi dan tekanan duniawi dapat membuat kebocoran-kebocoran kecil dalam kehidupan rohani kita. Sehingga, kita kehilangan kasih ketika menghadapi orang-orang yang mungkin menyebalkan. Kita kehilangan kesabaran ketika mengalami kemacetan di jalan. Kita kehilangan sukacita ketika rencana atau apa yang kita inginkan gagal. Kita kehilangan kekuatan ketika menghadapi pencobaan.
Seberapa keras kita berusaha, kita tetaplah manusia yang rapuh. Namun, kabar baiknya jika kita mau merendahkan hati dan bergantung penuh kepada Tuhan, Ia akan menolong kita.
2 Korintus 4:7 (FAYH), "Tetapi harta yang berharga ini, yaitu terang dan kuasa yang sekarang bercahaya di dalam diri kami, seolah-olah tersimpan di dalam wadah yang rapuh, yaitu tubuh kami yang lemah. Semua orang dapat melihat, bahwa kuasa yang penuh kemuliaan di dalam kami pasti berasal dari Allah dan bukan milik kami sendiri."
If you only look at us, you might well miss the brightness. We carry this precious Message around in the unadorned clay pots of our ordinary lives. That's to prevent anyone from confusing God's incomparable power with us. (MSG)
This work that God has given to us is like a very valuable treasure. But we who have that treasure are as weak as fragile clay pots. God has planned it like that way in order that people will know that the power that changes lives is God's power, and not any power of our own. (DEIBLER)
Begitu pula Paulus yang tahu bahwa dirinya hanyalah bejana tanah liat yang rapuh dan mudah bocor. Namun, justru di dalam kelemahannya itulah, kuasa Allah dapat bekerja secara sempurna, supaya semua orang tahu bahwa kekuatan itu berasal dari Allah, bukan dari dirinya sendiri—ataupun kita semua.
"Relying on God has to begin all over again every day as if nothing had yet been done." (C. S. Lewis)
~ FG