
Pernah suatu kali saya melihat sebuah gambar tangan yang berlubang pada pergelangan tangan seperti bekas tertusuk paku besar, namun tangan tersebut sambil memegang kendali kendaraan mobil. Mengingatkan saya pada kedua tangan Tuhan Yesus.
Mungkin kita pernah melihat versi-versi gambar kedua tangan yang berlubang berbekas seperti karena hasil tusukan paku, tangan Tuhan Yesus.
Mungkin tidak semua kita mengalami mudah emosi saat berkendara di jalan raya, namun melihat sebuah gambar tangan berlubang bekas tusukan paku yang memegang kendali kendaraan mobil tersebut, membuat saya merenung. Terkadang saya masih tidak dapat menahan emosi di jalan raya, terutama apabila ada pengendara-pengendara lain yang berkendara tidak sesuai apa yang saya harapkan. Walau padahal satu kunci untuk bersabar dalam berkendara adalah mengalah saja.
Namun, gambar tadi—tangan berlubang bekas paku memegang kemudi mobil tersebut—mungkin tidak hanya untuk mengingatkan saya maupun Saudara agar bersabar saja ketika berkendara di jalan raya, melainkan juga ketika kita tergoda untuk berbuat hal-hal yang tidak berkenan dalam area yang lainnya dalam hidup kita.
Saat tergoda untuk mengambil apa yang bukan milik kita.
Saat ingin membuka situs-situs ataupun sosial media yang amoral.
Ataupun hal-hal yang lainnya yang dapat membuat kita jatuh dalam dosa dan kehilangan damai sejahtera.
Ingatlah tangan-Nya yang pernah berlubang bekas tusukan paku untuk menebus dosa kita.
Yohanes 20:27 (TSI), "Lalu Dia berkata kepada Tomas, 'Mari, lihatlah tangan-Ku dan taruhlah jarimu di sini. Masukkanlah tanganmu ke dalam bekas luka tikaman di perut-Ku. Jangan ragu-ragu lagi, tetapi percayalah sungguh-sungguh.'"
Then He said to Thomas, Reach out your finger here, and see My hands; and put out your hand and place [it] in My side. Do not be faithless and incredulous, but [stop your unbelief and] believe! (AMP)
Then he focused his attention on Thomas. "Take your finger and examine my hands. Take your hand and stick it in my side. Don't be unbelieving. Believe." (MSG)
~ FG