
Pernahkah kita menyadari bahwa pada saat kita mengkonsumsi telur, ada yang tengahnya kuning merah (seperti telur omega ataupun kampung) dan ada yang kuning pucat (seperti telur biasa ataupun curah). Ternyata karena asupan makanan yang diberikan berbeda, sehingga menghasilkan kualitas telur yang berbeda juga.
Kita pun mungkin pernah mendengar ungkapan, "You are what you eat," atau sebagian besar dari kita akan menjadi seperti apa pun yang kita terima, atau dengan kata lain apa yang kita konsumsi, baik secara makanan untuk jasmani maupun hal-hal lainnya dalam hidup kita, akan membentuk serta mempengaruhi kita.
Apa kaitannya dengan kehidupn kkristenan kita? Ada.
Ternyata, orang-orang yang kebiasaannya "makan" firman Tuhan, atau membaca Alkitab, suka berdoa, dan melakukan perintah-Nya, maka hasilnya atau dalam hal ini perilakunya kemungkinan besar serta seharusnya akan berbeda daripada orang-orang dunia.
Bahkan tak jarang pancaran wajahnya atau pembawaan hidupnya berbeda, serta kalau kita bertemu, berkomunikasi, dan bekerja sama dengannya saja sudah terasa damai dan menyejukkan hati, serta membuat kita senang.
Sebaliknya, ada orang-orang yang mungkin baru bertemu saja rasanya membuat tidak betah karena suka emosian, iri, dan dengki terhadap pencapaian orang lain, lalu egois, merasa diri paling oke, bahkan suka menghakimi, dan menyebarkan kabar-kabar yang tidak baik atau fitnah.
Bagaimana dengan kita? Seperti yang manakah kita?
Apakah orang lain dapat melihat Kristus sungguh-sungguh ada dalam diri kita? Ataukah justru sebaliknya, meski predikat kita adalah orang Kristen, namun yang mereka lihat hanyalah kata-kata kasar, keegoisan, keangkuhan, terutama kebencian.
Jadi, mari ingatlah kembali, bahwa sering kali itu juga tergantung dari apa yang kita "makan" ataupun konsumsi. Jika yang kita makan dalam kehidupan sehari-hari adalah iri hati, gosip, kecurigaan, materialisme, dan kesombongan diri, maka kita akan menjadi seperti demikian.
Namun, jika yang kita makan tiap hari adalah firman Tuhan, maka yang kita hasilkan adalah kasih, sukacita, kebenaran, empati, dan kepedulian terhadap sesama.
Jadi, marilah kita semua sama-sama belajar dan berusaha memilih makanan yang baik, sehingga tutur kata dan perilaku kita menghasilkan bau harum Kristus.
2 Korintus 2:15, "Sebab bagi Allah kami adalah bau yang harum dari Kristus di tengah-tengah mereka yang diselamatkan dan di antara mereka yang binasa."
Sebagai manusia memang tidak ada yang 100 persen sempurna, namun kita masih bisa memilih makanan-makanan apa yang bagus dan sehat, baik bagi tubuh jasmani ini, maupun khususnya rohani kita.
~ Wulan