
Hari ini kita belajar dari seorang yang jarang disebut tetapi sangat penting dalam gereja mula-mula: Epafras. Epafras adalah hamba Tuhan yang setia, bekerja di balik layar dengan pengaruh yang luar biasa.
Melalui Kolose 1:3-8, kita bisa melihat empat karakteristik Epafras yang patut kita teladani:
Epafras mengajarkan Injil kepada jemaat Kolose. Ia tidak terkenal seperti Paulus, tetapi ia melakukan pekerjaan dasar yang penting: membawa orang kepada Kristus dan mengajar mereka bertumbuh dalam iman. Dalam kehidupan kita, mungkin ada "Epafras-Epafras"—orangtua, guru Sekolah Minggu, pendamping rohani, atau rekan kerja—yang dengan setia memperkenalkan kita pada Kristus. Pertanyaannya, apakah kita juga menjadi seperti Epafras bagi orang lain, terutama di Tahun Amanat Agung ini? Kita dipanggil untuk membagikan kebenaran, sekalipun mungkin tidak dalam sorotan.
Epafras juga adalah rekan seperjuangan yang bersama-sama Paulus menderita untuk Kristus (Kolose 4:12 menyebutkan, ia berjuang dalam doa bagi jemaat). Ia tidak hanya melayani ketika aman dan nyaman, tetapi juga setia ketika dalam tekanan. Saat ini, banyak saudara kita di berbagai belahan dunia mengalami penganiayaan karena iman. Epafras mengingatkan kita bahwa kesetiaan kepada Kristus mungkin memerlukan harga—tapi panggilan kita adalah setia, bukan populer.
Kesetiaan mungkin bukanlah sifat yang mencolok, tetapi itulah yang berharga di mata Tuhan. Banyak orang mulai dengan semangat, tetapi hanya sedikit yang tetap setia hingga akhir. Epafras mengajarkan bahwa pelayanan yang berkenan kepada Tuhan bukan soal pencapaian besar, tetapi kesetiaan dalam hal-hal kecil, dalam pelayanan tersembunyi, dan dalam ketekunan jangka panjang.
Epafras membawa kabar baik tentang kasih jemaat Kolose kepada Paulus. Meskipun gereja itu memiliki masalah, Epafras memilih untuk menyoroti hal-hal positif dan membawa laporan yang membangun. Dalam gereja dan komunitas kita, sering kali gosip dan kritik lebih mudah tersebar. Epafras mengingatkan kita untuk menjadi pembawa kabar baik, yang memperkatakan kasih, dan membangun persekutuan dalam Roh.
Mungkin kita tidak terkenal dan dipuji banyak orang. Tetapi, kita semua bisa memilih menjadi seperti Epafras. Mungkin di balik layar, tetapi justru di situlah pelayanan kita juga dibutuhkan bagi gereja Tuhan. Sebab terkadang bukan yang terbesar atau paling terkenal yang paling dibutuhkan Kerajaan Allah, melainkan yang paling setia di tempat yang ditentukan-Nya.
Kolose 4:12-13 (FAYH), "Epafras, seorang warga kota Saudara, seorang hamba Kristus Yesus, juga mengirimkan salam. Dengan sungguh-sungguh ia selalu berdoa agar Allah menjadikan Saudara kuat serta sempurna dan menolong Saudara mengetahui kehendak-Nya dalam segala sesuatu yang Saudara lakukan. Dapat saya pastikan bahwa ia telah banyak berdoa bagi Saudara dan juga bagi orang Kristen di Laodikia dan Hierapolis."
Epaphras, who is one of you, says hello. What a trooper he has been! He's been tireless in his prayers for you, praying that you'll stand firm, mature and confident in everything God wants you to do. I've watched him closely, and can report on how hard he has worked for you and for those in Laodicea and Hierapolis. (MSG)
~ FG