
Saya cukup tertarik dengan plesetan yang dibuat terhadap sebuah minuman herbal pengusir rasa masuk angin, yaitu dengan kata-kata "Nolak Nganggur". Setidaknya, itulah yang mungkin juga pernah menjadi prinsip Alfred Butts, penemu permainan Scrabble.
Suatu hari, Alfred Butts seorang arsitek yang sedang tidak memiliki pekerjaan, mencoba mengembangkan sebuah permainan yang terdiri dari 100 ubin kayu, masing-masing dengan sebuah huruf abjad yang tercetak di satu sisi. Sasaran permainan itu ialah memilih huruf-huruf dari kumpulan ubin dan membentuk sebuah kata, di mana setiap kata mendapatkan skor berdasarkan jumlah ubin yang digunakan untuk membentuk kata itu.
Ia bahkan mengembangkan serta menyempurnakan permainan itu selama 10 tahun! Hingga akhirnya, bersama istrinya, mereka memasarkan Scrabble, serta lambat laun meraih keberhasilan. Dari suatu ide kecil dan sederhana menjadi kesuksesan besar.
Apa yang sedang Tuhan percayakan pada kita hari-hari ini?
Apakah kita setia dan tekun mengerjakannya? Tuhan mungkin melatih kesetiaan kita dalam hal-hal kecil terlebih dahulu sebelum mempercayakan perkara yang besar.
Jadi, janganlah pandang rendah hari-hari permulaan yang kecil (Zakharia 4:10). Sebuah doa yang sederhana, sebuah tindakan kebaikan, atau sebuah firman yang dibagikan bisa menjadi awal dari sesuatu yang besar yang Tuhan kerjakan melalui hidup kita. Terutama, janganlah kita juga menjadi malas ataupun menunda-nunda apa yang semestinya kita kerjakan. Jangan menyerah di tengah jalan. Percayalah, Tuhan menyertai proses hidup kita masing-masing.
Seperti halnya mungkin Alfred Butts tidak pernah membayangkan Scrabble akan berhasil, demikian pula kita mungkin tidak akan pernah sepenuhnya melihat betapa besar dampak dari kesetiaan kita dalam hal-hal kecil selama masih di bumi ini, sampai kelak kita memandangnya dari sudut pandang kekekalan.
Amsal 6:6, "Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak."
You lazy fool, look at an ant. Watch it closely; let it teach you a thing or two. (MSG)
~ FG