📌 Ringkasan sebelumnya : Yehezkiel 33
Ketidakpercayaan Israel terhadap berita Yehezkiel merupakan suatu wujud keraguan. Mereka mencemooh Yehezkiel dan berita yang disiarkannya. Pasal 33 menunjuk pasal 24 yang berbicara tentang jatuhnya Yerusalem setelah Yehezkiel melayani enam setengah tahun.Â
Peristiwa tersebut merupakan titik balik di dalam pelayanan Yehezkiel. Ia kembali mendapatkan suaranya yang hilang setelah istrinya meninggal. Tuhan menyuruhnya berbicara lagi. Namun, sebelumnya, ia disadarkan akan panggilannya kembali sebagai "pelihat" bagi Israel.Â
Ini penting untuk memberikan keyakinan akan status dirinya dan kebenaran beritanya di tengah bangsa yang tegar tengkuk.Â
Ada 2 pesan yang ingin disampaikan oleh Tuhan melalui Yehezkiel di sini. Pertama, Tuhan telah memberikan kesempatan pemulihan kepada bangsa Israel yang berada di Yerusalem bila mereka bertobat. Namun, mereka menolak tawaran itu dan tetap berkeras hati, bahkan menyalahkan Tuhan.Â
Mereka sombong karena menganggap bahwa mereka akan memiliki tanah Yerusalem selama-lamanya, padahal mereka telah melakukan kekejian yang dahsyat. Mereka tidak hanya mencemoohkan ancaman Tuhan, tetapi juga pengharapan yang Tuhan berikan.
Ini membawa kita pada pesan yang kedua, yaitu suatu peralihan kesempatan. Tuhan kini memberikan hak pemulihan bukan kepada mereka yang berada di Yerusalem, tetapi kepada mereka yang berada di pembuangan.
Hanya orang-orang yang pada akhirnya sungguh-sungguh kembali pada Tuhan yang akan diberikan pemulihan. Tuhan tidak menyukai orang yang menganggap remeh firman-Nya. Pertobatan sejati terjadi bukan hanya dengan kesenangan mendengar firman Allah, namun dengan adanya perubahan hidup.Â
📖 Pengantar Yehezkiel 34
Hukuman Allah sangat mengerikan karena kekudusan-Nya tidak membiarkan dosa tanpa hukuman (Kel. 34:7). Setelah hukuman dijalankan, Allah kembali memberikan anugerah pemulihan-Nya. Kitab Yehezkiel mulai pasal 34 berbalik menjadi pesan-pesan positif yang menyatakan pemulihan Allah terhadap umat-Nya.