📌 Ringkasan sebelumnya : Yehezkiel 30
Perikop ini memaparkan secara rinci hukuman terhadap Mesir. Mesir diperintahkan bersiap meratap. Hari penghukuman sudah dekat, mereka akan diserang dan dikalahkan.
Yehezkiel pertama-tama menggambarkan kekuatan Mesir yang akan runtuh. Mesir terkenal dengan kebudayaan dan kota-kotanya yang kuat. Luas negeri ini juga merupakan salah satu kebanggaannya. Namun kebanggaan ini tidak ada artinya. Mesir akan dibakar hangus dengan api.
Saat itu utusan Tuhan akan mengejutkan sekutu Mesir, yaitu Etiopia, yang akan juga tunduk kepada Tuhan. Mesir akan diserahkan kepada Nebukadnezar. Kekuatan Mesir akan diserahkan kepada bangsa-bangsa. Bahkan potensi alamnya pun akan diserahkan kepada bangsa asing.
Puncak hukuman Tuhan atas Mesir ialah bahwa Mesir tidak dapat mengandalkan dewa-dewanya. Kota-kota dan benteng-bentang akan jatuh. Semua prajurit Mesir akan dikalahkan oleh pedang dan penduduknya akan ditawan. Mesir akan gelap gulita karena perang dan kedukaan akan ada atas Mesir. Hal itu terjadi agar semua orang tahu bahwa Allah itu adalah Tuhan.
Kekuatan Mesir dan sekutunya melambangkan pemberontakan manusia terhadap Allah. Mereka mengira bahwa kekuatan politik dan militer mereka akan menang melawan apapun. Mereka tidak sadar bahwa ada satu kekuatan yang harus ditakuti dan disembah, yaitu Tuhan semesta alam. Padahal Mesir sudah pernah mengalami kekuatan Allah ketika mantan budak mereka, bangsa Israel, dipimpin oleh Musa keluar dari Mesir karena kekuatan Allah. Namun mereka mengeraskan hati untuk menyembah Allah Israel.
📖 Pengantar Yehezkiel 31
Tuhan yang penuh anugerah mencurahkan banyak rahmat sehingga manusia yang lemah menjadi hebat dan bermanfaat bagi orang lain. Sayangnya, keterampilan yang dimiliki sering disalahartikan sebagai kehebatan diri; dan hal inilah yang membuat seseorang menjadi sombong. Lebih disayangkan lagi, pekerjaan baik yang dilakukannya ikut lenyap ketika Tuhan menghukumnya. Mesir dihukum Tuhan karena kesombongannya.