
Salah satu identitas utama kita, yang merupakan sebuah kehormatan besar bagi kita, ialah bahwa kita adalah milik kepunyaan Allah.
1 Timotius 6:11, "Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan."
Terjemahan Baru edisi kedua menyebutkan: "Engkau, hai manusia kepunyaan Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, kesalehan, kesetiaan, kasih, kesabaran, dan kelembutan" (TB2).
Bahkan sejumlah versi lain menyatakan kita adalah hamba Allah. Berdedikasi kepada Allah (rela berkorban tenaga, pikiran, dan waktu, mengabdi kepada Dia). Seorang yang rohani, man of God, bukan orang-orang yang duniawi.
Timotius, engkau seorang hamba Allah. Jauhkan dirimu dari segala hal yang jahat ini dan bekerjalah untuk segala yang benar dan baik. Belajarlah mempercayai Allah serta mengasihi orang lain, dan bersikap sabar serta lemah lembut. (FAYH)
But you, Timothy, man of God: Run for your life from all this. Pursue a righteous life--a life of wonder, faith, love, steadiness, courtesy. (MSG)
But as for you, who are a man who serves God, …keep completely away from such love of money/do not be like the people who love money. Decide that you will do what is right, and that you will be godly/do what pleases God. Decide that you will trust God, and that you will love others. Endure difficult circumstances. Always be gentle with people. (DEIBLER)
Bagaimana dengan kita hari-hari ini, apakah mencerminkan identitas kita yang sejati dalam Tuhan tersebut? Ataukah hanya menyandangnya tanpa mempraktikkannya?
Kita tahu, seorang pengrajin perak akan selesai memproses pemurnian suatu perak apabila ia dapat melihat pantulan bayangan atau gambaran wajahnya sendiri yang tercermin melalui perak tersebut. Demikian juga, setiap proses yang kita alami dalam kehidupan, dapat memancarkan bahwa kita adalah sungguh-sungguh manusia rohani, milik Allah, yang melayani Dia dengan setia.
Jadi, apakah kita adalah man of God, ataukah seperti orang-orang dunia?
1 Korintus 3:3 (FAYH), "Sebab Saudara adalah orang Kristen yang masih bayi, yang dikuasai oleh kehendak sendiri dan bukan oleh kehendak Allah. Jika Saudara iri-mengiri dan berpecah-pecah menjadi kelompok-kelompok yang saling bertentangan, bukankah hal itu membuktikan bahwa Saudara masih bayi yang hanya menurutkan kata hati saja? Sesungguhnya, Saudara berkelakuan seperti orang yang sama sekali tidak mengenal Tuhan."
As long as you grab for what makes you feel good or makes you look important, are you really much different than a babe at the breast, content only when everything's going your way? (MSG)
For you are still [unspiritual, having the nature] of the flesh [under the control of ordinary impulses]. For as long as [there are] envying and jealousy and wrangling and factions among you, are you not unspiritual and of the flesh, behaving yourselves after a human standard and like mere (unchanged) men? (AMP)
~ FG