
Mazmur 91:1-2 (VMD), "Engkau dapat pergi kepada Allah Yang Mahatinggi untuk bersembunyi. Engkau dapat pergi kepada Allah Yang Mahakuasa untuk berlindung. Aku berkata kepada TUHAN, 'Engkaulah tempat perlindunganku, Bentengku. Ya Allahku, aku percaya kepada-Mu.'"
HE WHO dwells in the secret place of the Most High shall remain stable and fixed under the shadow of the Almighty [Whose power no foe can withstand]. I will say of the Lord, He is my Refuge and my Fortress, my God; on Him I lean and rely, and in Him I [confidently] trust! (AMP)
KAMI hidup di bawah naungan Yang Mahakuasa, terlindung oleh Allah yang di atas segala allah. Aku ingin memaklumkan bahwa hanya Dialah perlindunganku, tempat yang aman bagiku. Dialah Allahku dan aku mempercayakan diri kepada-Nya. (FAYH)
Masalah pasti ada bagi semua orang --dan yang mengatasi masalah tanpa masalah hanyalah pegadaian, katanya-- namun respons masing-masing oranglah yang berbeda, tergantung sikap hatinya.
Bila seseorang dipenuhi dan mau dituntun oleh Roh Kudus, pasti sering kali akan memberi respons yang positif, dan sebaliknya akan cenderung menunjukkan respons yang negatif apabila tidak mau serta tanpa pertolongan Roh Kudus.
Roh Kudus, sebagai Penolong dan Penghibur yang diutus oleh Tuhan Yesus akan senantiasa menyediakan maupun menuntun kepada jalan keluar yang terbaik bagi setiap kita.
Sebab semua masalah ada jalan keluarnya dan ada tanggal kedaluwarsanya, bahkan tidak ada masalah yang melewati kemampuan mereka yang dipenuhi Roh Kudus, maupun melampaui izin dari Allah.
Itulah sebabnya, janganlah pernah mendukakan Roh Kudus, ataupun melukai hati Tuhan, melainkan bergaullah akrab dengan-Nya, sama seperti Nuh. Air bah sekalipun tidak mencelakakannya, sebaliknya, lewat pengalaman hidup Nuh kita mendapatkan pelajaran berharga tentang orang-orang yang mau bergaul karib dengan Tuhan.
Kejadian 6:9 (BIS), "Inilah riwayat Nuh. Ia mempunyai tiga anak laki-laki, yaitu Sem, Yafet dan Ham. Nuh tidak berbuat salah, dan dia satu-satunya orang yang baik pada zamannya. Ia hidup akrab dengan Allah."
Beginilah riwayat tentang Nuh: Di antara semua orang yang hidup pada masa itu, hanya Nuh yang hidupnya benar di mata Allah. Nuh bersekutu erat dengan Allah. (TSI)
Inilah riwayat Nuh: Pada masa itu di atas bumi ini hanya dialah orang yang benar dan tidak bercela. Ia hidup dekat dengan Allah (dan berbuat sesuai dengan kehendak-Nya). Ia mempunyai tiga orang putra: Sem, Ham, dan Yafet. (FAYH)
Catatan Full Life menjelaskan, ada keamanan bagi orang yang sepenuhnya mengandalkan Allah, menyerahkan diri pada kehendak dan perlindungan-Nya, serta setiap hari berusaha untuk hidup benar di hadapan Allah. Dia yang akan menjadi perlindungan kita, dan kita dapat mencari perlindungan-Nya pada saat-saat bahaya rohani maupun jasmani. Makin banyak kita tinggal di dalam hadirat Tuhan dan seturut firman-Nya, makin melimpahlah damai sejahtera kita, dan makin besar kelepasan kita pada saat-saat bahaya.
Allah pun memilih untuk bergaul secara intim dengan mereka yang mengandalkan diri-Nya. Ia lebih besar daripada ancaman apa saja yang kita hadapi, dan kehadiran-Nya (His presence) senantiasa bersama kita.
~ Yuliana Sondakh