Tradisi China yang merayakan tahun baru berbicara salah satunya adalah tentang memberi berkat kepada yang lebih muda dan makan bersama.
Tradisi ini menggambarkan tanda kecukupan. Imlek berbicara tentang memberi kepada orang lain, berbagi kepada orang lain. Tradisi ini dikuatkan oleh Konfusian yang berdasarkan pada kemurahan hati atau kemanusiaan atau belas kasihan.
Konsep Imlek adalah hidup yang membawa kesejahteraan kepada orang lain. Ironisnya, zaman modern sering menerjemahkan berkat diukur dari berapa banyak yang kita miliki sehingga kita mulai berpikir bahwa diberi banyak artinya diberkati, dan sebaliknya tidak diberi banyak maka tidak diberkati. Padahal, belum tentu demikian.
Berkat bukan tujuan akhir dari mengikut Tuhan. Alkitab menulis bahwa harta adalah bagian kecil dari berkat yang berupa materi. Alkitab lebih banyak mencatat bahwa berkat adalah hal-hal yang bersifat rohani.
Matius 5 : 3 - 12
Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu.
Matius 5 : 7
Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.
Kita diberkati supaya kita lebih banyak memberkati orang lain. Berkat yang benar adalah bagaimana kita bisa hidup segambar dan serupa dengan Kristus.
Apa yang kita beri, akan kembali kepada kita. Jika kita memberi, kita menerima, justru saat menggenggam, kita kehilangan.
Hal ini sejalan dengan Alkitab yang mengatakan bahwa kita harus lebih banyak memberi. Fakta sosiologi menyatakan bahwa manusia yang lebh banyak memberi lebih bahagia, menemukan tujuan hidup, dan tingkat depresi yang lebih rendah.
Tiga tipe orang dalam memberi:
1. Memberi dari kelimpahan
2. Memberi dari kecukupan (ada unsur pengorbanan)
3. Memberi dari kekurangan (ada unsur pengorbanan dan kasih)
Lukas 10 : 30 - 35
Jawab Yesus: "Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati. Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan. Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan. Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya. Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali.
Orang Samaria adalah golongan yang dikucilkan oleh orang Yahudi. Orang Samaria tersebut tergerak untuk menolong sesamanya manusia oleh belas kasihan.
1. Kemurahan hati atau generosity memerlukan kondisi hati yang sehat.
Segala tindakan kita bergantung pada hati kita. Jika kita ingin menjadi orang yang murah hati, itu adalah masalah hati kita pribadi. ”Tergeraklah hatinya oleh belas kasihan (splagchnizomai)”, artinya bukan kasihan secara logika, tetapi ada sesuatu yang menggelitik sampai di dalam perut atau tidak bisa berdiam diri jika melihat orang yang menderita. Masalah terbesar bukan tentang kesukuan, tetapi tentang apa yang ada di dalam hati.
Memberi bukan soal apa yang keluar dari tangan kita, tetapi apa yang hidup di dalam hati kita. Memberi artinya memperlihatkan apa yang ada di dalam hati kita.
Hati yang sehat adalah hati yang tidak takut akan kekurangan, karena kita percaya Yesus yang akan mencukupkan. Hati yang sehat adalah hati yang punya ruang untuk orang lain. Hati yang bisa tergerak melihat penderitaan orang lain.
Amsal 4 : 23
Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.
2. Kemurahan hati/generosity harus disengaja
Matius 6 : 21
Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.
Jika kita hanya memegang semuanya, maka isi hati kita terfokus pada diri sendiri. Jika kita memberi, hati kita menjadi lebih luas, dan lebih banyak orang yang lebih diberkati.
3. Kemurahan hati/generosity tidak boleh tergantung keadaan
Dari cerita orang Samaria yang baik hati, kita belajar untuk memberi dari kelimpahan berupa uang kepada pemilik penginapan. Kita belajar untuk memberi dari kecukupan yaitu keledai orang Samaria dipakai untuk mengangkut orang yang dirampok tersebut. Yang terakhir, kita belajar untuk memberi dari kekurangan karena orang Samaria ini sebagai bagian orang yang dikucilkan tetap menolang sesamanya manusia. Orang Samaria tersebut melakukannya berdasarkan pengorbanan dan kasih.
Tuhan Yesus Memberkati
Kolekte
BCA Cab. Menara Ancol
ac 635.100.0101
an. GBI PRJ
Perpuluhan
BCA Cab. Menara Ancol
ac. 635.100.0101
an. GBI PRJ
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.371.7878
an. GBI PRJ
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.327.7878
an. GBI PRJ
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.316.7878
an. GBI PRJ
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.9777.133
an. GBI PRJ Pluit
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.8777.122
an. GBI PRJ Pluit
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.522.3030
an. GBI PRJ Mandarin Service
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Pembangunan
BCA Cab Thamrin
ac. 206.977.7575
an. GBI House Of Christ Revival
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.577.7272
an. GBI House Of Christ Revival
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.378.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.353.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.356.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.3800
an. GBI Intercon
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.5900
an. GBI Intercon
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.4300
an. GBI Intercon
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.013.9400
an. GBI St Moritz



