• Integrity Convention Center
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact (Office Hour)
    021 2239 4777
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB

THE RELATIONSHIP NO ONE SEESPdp. Eradi Tjandra

  • Pdp. Eradi Tjandra
  • 22 Februari 2026
  • 2PM (Ibadah Raya 4)
  • Pk. 14:00 WIB

Mazmur 42 : 6
Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!

Dari ayat ini, kita belajar dari pemazmur bahwa dia mempunyai hubungan yang tidak terlihat—hubungan dengan jiwanya—yang sangat menentukan hidupnya. Yesus sendiri pada saat ditanya oleh orang-orang Farisi:

Matius 22 : 36 - 40
"Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?" Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."

Tuhan Yesus sendiri bilang, jika kamu tidak menyukai dirimu, maka sulit untuk kamu mengasihi orang lain. Apa saja yang kita perlu tahu tentang pentingnya hubungan yang sehat dengan jiwa kita:

•    Jiwa kita sering mengalami tekanan
“Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku?” Untuk mengerti hal ini, siapa yang menulis mazmur ini, yaitu bani Korah. Siapakah bani Korah? Mereka adalah orang Lewi—pelayan di Bait Allah. Artinya, mereka terbiasa menyembah Tuhan, dekat dengan hadirat-Nya, dan bukan orang awam secara rohani.

Jadi, orang yang melayani Tuhan pun bisa bergumul secara batin, dan ini umum terjadi. Jadi, jangan kira seorang hamba Tuhan tidak pernah merasakannya, sebab juga dapat sangat merasakannya.

Dari mana asal tekanan jiwa itu? Bisa saja keadaan yang tidak sesuai ekspektasi (misalnya dulu keadaan lebih baik, kena PHK, putus dari pacar, sedang menunggu jawaban doa yang tidak kunjung datang). Bisa juga karena terisolasi secara kepanjangan (kesepian). Para ilmuwan mengatakan orang yang terisolasi sendirian terlalu lama akan mengalami kecemasan yang berlebihan dan mempunyai ‘negative self-talk’ yang berlebihan. Selain itu, karena ‘spiritual attack’. Sadari bahwa pikiran negatif yang menghancurkan sering datang dari si jahat.

Melalui Mazmur 42 ini, kita juga belajar kedewasaan bukan berarti bebas dari tekanan, tetapi tahu bagaimana meresponsnya.

•    Jiwa kita perlu digembalakan
“Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah…”

Perhatikan, pemazmur mengidentifikasi kondisi jiwanya, menginterogasi jiwanya, dan mengarahkan jiwanya. Ia tidak mengabaikan perasaan, menekan perasaan, ataupun sekadar mengikuti perasaan, melainkan ia memimpin jiwanya.

Alkitab tidak menutup-nutupi tekanan jiwa, tantangan, tetapi secara jujur dan gamblang mengatakan ya akan ada tantangan, tetapi Alkitab juga memberikan solusi kepada kita caranya. Kedewasaan rohani bukan berarti tidak punya emosi. Kedewasaan rohani adalah kemampuan memimpin emosi.

Seorang hamba Tuhan, Martyn Lloyd-Jones, pernah berkata, “Sebagian besar ketidakbahagiaan kita terjadi karena kita lebih banyak mendengarkan diri kita sendiri daripada berbicara kepada diri kita sendiri.”

Jadi, setiap pagi sebelum berbicara kepada siapa pun, ada suara yang sudah berbicara kepada kita. Dia mengingatkan kita tentang masalah kemarin, kesalahan lama diingatkan kembali, kekecewaan berbicara lagi. Pertanyaannya, siapa yang sedang berbicara? Diri kita sendiri. Tetapi, pemazmur tidak membiarkan suara itu terus berbicara. Ia berdiri dan berkata:
“Hai jiwaku, sekarang dengarkan aku.”

Kita melihat ini bukan hanya dalam kehidupan rohani, tetapi bahkan dalam dunia olahraga.

Atlet kelas dunia tahu satu hal: pertandingan terbesar bukan hanya di lapangan,
tetapi di dalam jiwa mereka. Mereka mempunyai kemampuan untuk reset setelah gagal, bicara pada diri sendiri, dan tidak membiarkan satu kesalahan menentukan seluruh pertandingan.

Jika atlet profesional mengerti pentingnya memimpin jiwa, apalagi kita yang hidup dalam peperangan rohani setiap hari. “Don’t just listen to yourself. Talk to yourself.”

Kenapa penting kita mempunyai hubungan yang sehat dengan jiwa kita? Jiwa kita sering mengalami tekanan, jiwa kita butuh digembalakan: Dipimpin ke mana? Dengan kebenaran apa? Sumber stabilitasnya apa?

•    Jiwa kita perlu ditambatkan pada pengharapan
“Why, my soul, are you downcast? Why so disturbed within me? Put your hope in God, for I will yet praise him, my Savior and my God.”

Pemazmur tidak mengubah situasi. Firman tidak bersifat seperti mantra yang otomatis mengubah keadaan, melainkan mengubah arah pengharapan. Mungkin situasi belum berubah, emosi belum hilang, tetapi arah hati dapat berubah. Jadi, masalah utama jiwa bukan tekanan, tetapi ke mana ia menaruh pengharapannya.

Pemazmur menaruh pengharapannya kepada karakter Allah, dan pertolongan-Nya sebagai Penyelamat. Di Perjanjian Lama, karya penyelamatan yang dimaksud oleh pemazmur adalah penyelamatan sesaat, sedangkan di Perjanjian Baru, kita tahu bahwa karya penyelamatan yang dimaksud bukan sesaat, namun kekal di dalam Kristus Yesus.

Penting bagi kita untuk mengerti kenapa kita harus menaruh pengharapan kita dalam Kristus. Kita baca beberapa ayat sebelum Kristus memberikan nyawa-Nya.

Matius 26 : 38
Lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku."

Markus 15 : 34
Dan pada jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eloi, Eloi, lama sabakhtani?", yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?”

Pemazmur merasa seakan-akan Tuhan jauh. Tetapi di kayu salib, Kristus benar-benar ditinggalkan.
Ia berseru, “Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” Ia mengalami keterpisahan yang amat sangat. Mengapa? Supaya ketika jiwa kita merasa tertekan, kita tidak pernah benar-benar ditinggalkan.

Jiwa kita mungkin gelisah, tetapi tidak pernah ditolak oleh Allah, karena salib telah menjamin penerimaan kita. Karya salib adalah pengharapan sejati bagi jiwa. Jadi, ketika kita berbicara tentang mengasihi diri, kita tidak sedang berbicara tentang memanjakan diri.

1.    Mengasihi diri ≠ mengasihani diri.
Pada saat kita berkata, ‘Saya mestinya mendapatkan yang lebih baik, hidup tidak adil, mestinya ini tidak terjadi,” dan kita mengambil posisi mental korban, pada saat jiwa kita mengalami emosi negatif, kita tidak memproses emosi itu dengan sehat sehingga malah menjadikan emosi itu identitas kita.

“Self pity is when we take the pain and we turn that pain into identity.”

Roma 8 : 1
Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.

Karena Kristus sudah menanggung penderitaan kita, maka kita tidak perlu mengasihani diri. Justru kita semakin mencintai Dia. Bukan karena kita halu mengabaikan emosi kita, tetapi kita mempunyai kemampuan untuk memproses, menggembalakan jiwa kita dengan benar. Apa yang menjadi penderitaan kita, itu semua ditanggung di atas salib, dan kita tidak perlu membawanya ke mana-mana

2.    Mengasihi diri ≠ berpusat pada diri.
Pada saat kita tidak menambatkan jiwa kita didalam Tuhan, pasti kita akan mencoba mencari keamanan dari hal-hal lain, dan pastinya masuk mode mengamankan diri sendiri. Kita tidak yakin sebenarnya kita ini diterima atau tidak, aman atau tidak, maka kita tidak peduli terhadap orang lain, sehingga hanya merasa yang penting diri kita sendiri aman.

Saat kita memimpin jiwa kita, mengingatkan jiwa kita akan pengorbanan Kristus, maka semestinya kita melihat bahwa Tuhan yang kita sembah mode utamanya selalu memberi.

1 Yohanes 4 : 19
Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.

Mengasihi diri kita = mengingatkan jiwa kita akan pengorbanan-Nya di atas kayu salib, sehingga kita penuh dengan kasih-Nya, bukan hidup untuk diri sendiri, melainkan jadi berkat.

3.    Mengasihi diri ≠ menolak untuk berubah.
Banyak orang tidak bisa maju dan berubah karena mereka percaya omongan jiwa mereka yang mengatakan: “Saya memang begini, tidak bisa berubah, dunia harus terima saya.” Sehingga, banyak kesempatan yang terlewatkan untuk kehidupan yang naik level. 

“If the cross was only about acceptance, Christ would not have risen. The resurrection means new life.”

“Grace is not permission to remain unchanged. Grace is power to become who God designed you to be.”

Yes, God loves you as you are. But He loves you too much to leave you as you are. The cross does not only say, “You are accepted.” It also says, “You are being renewed.”

So, healthy relationship with the soul includes: Compassion, Correction, Redirection, Anchoring.

Bilangan 26 : 9 - 11
Dan anak-anak Eliab ialah Nemuel, Datan dan Abiram. Datan dan Abiram, orang-orang yang dipilih oleh umat itu, ialah orang-orang yang telah membantah Musa dan Harun dalam kumpulan Korah, ketika mereka membantah TUHAN, tetapi bumi membuka mulutnya dan menelan mereka bersama-sama dengan Korah, ketika kumpulan itu mati, ketika kedua ratus lima puluh orang itu dimakan api, sehingga mereka menjadi peringatan. Tetapi anak-anak Korah tidaklah mati.

Mereka adalah keturunan Korah (yang dalam Bilangan 16 memberontak terhadap Musa), tetapi keturunannya tidak ikut binasa dan kemudian dipulihkan dalam pelayanan (Bilangan 26:11). Ini menarik secara teologis: Leluhur mereka memberontak, namun generasi berikutnya justru menjadi penyembah Tuhan yang dekat dengan hadirat-Nya. Mereka menulis mazmur-mazmur yang sangat dalam secara emosional.

Bukankah itu pesan anugerah dan kasih karunia? Di Alkitab memang ada penghukuman, ada masalah dalam dunia ini, tetapi kasih karunia-Nya cukup bagi kita.

Demikian hidup kita, mungkin selama ini kita tertekan dan mengizinkan jiwa kita dipimpin oleh kedagingan, dipimpin oleh emosi, dipimpin oleh pemikiran-pemikiran yang tidak sesuai dengan kehendak Allah. Tetapi, ada kabar baik! Ada satu pribadi yang selalu bersama kita—yaitu jiwa kita. Hari ini kita belajar: jiwa itu bisa tertekan, harus digembalakan, dan harus ditambatkan pada pengharapan dalam Kristus. 

Dan kabar baiknya: Tuhan tidak menyerah atas jiwa kita, Dan dia mampu memulihkan jiwa kita. Jika Tuhan memulihkan bani Korah, Ia juga dapat memulihkan jiwa kita. Hari-hari ini, mungkin ada jiwa yang lelah. Ada jiwa yang kecewa. Ada jiwa yang diam-diam tertekan.

Katakan dan berbicaralah kepada jiwa kita sendiri:
-    “Jiwaku, jangan menyerah.”
-    “Jiwaku, berharaplah kepada Allah.”
-    “Jiwaku, engkau tidak ditinggalkan.”
-    “Jiwaku, jika Allah ada di pihakmu, siapa lawanmu?”
-    “Jiwaku, jika Kristus diberikan bagimu, betapa kamu dikasihi-Nya.”

Tuhan Yesus Memberkati

No. Rekening Persembahan CK7

GBI PRJ

Kolekte
BCA Cab. Menara Ancol
ac 635.100.0101
an. GBI PRJ

Perpuluhan
BCA Cab. Menara Ancol
ac. 635.100.0101
an. GBI PRJ

Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.371.7878
an. GBI PRJ

Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.327.7878
an. GBI PRJ

Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.316.7878
an. GBI PRJ

GBI PRJ Pluit

Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit

Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit

Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit

Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.9777.133
an. GBI PRJ Pluit

Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.8777.122
an. GBI PRJ Pluit

GBI PRJ Mandarin Service

Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service

Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service

Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service

Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.522.3030
an. GBI PRJ Mandarin Service

GBI HCR (Hawaii City Resort)

Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival

Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival

Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival

Pembangunan
BCA Cab Thamrin
ac. 206.977.7575
an. GBI House Of Christ Revival

Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.577.7272
an. GBI House Of Christ Revival

GBI Alam Sutera Mall

Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall

Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall

Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.378.7779
an. GBI Alam Sutera Mall

Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.353.0077
an. GBI Alam Sutera Mall

Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.356.7779
an. GBI Alam Sutera Mall

GBI Intercon

Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon

Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon

Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.3800
an. GBI Intercon

Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.5900
an. GBI Intercon

Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.4300
an. GBI Intercon

GBI St. Moritz

Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz

Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz

Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz

Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz

Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.013.9400
an. GBI St Moritz

NOW AVAILABLE Mobile Apps GBI PRJ (CK7)

CK7 GROUP

  • Service :
  • Ibadah Raya
  • 2PM Young Adult Service
  • 3:16 Youth English Ministry
  • Junior Church
  • Sekolah Minggu
  • Joshua Generation Kid's Church (JGKC)
  • Little Blessing Toddler
  • King's Kids
  • Women Of Integrity (WOI) Setiap Kamis, Minggu ke 4 Pk. 10.00 WIB
  • Cancer Ministry
    Setiap Sabtu, Minggu Ke 3 Pk. 10.30 WIB
  • UMAS
    Setiap Sabtu, Minggu terakhir Pk. 10.00 WIB
  • Address :
  • Integrity Convention Centre (ICC), Mall Mega Glodok Kemayoran Lt. 9 - 10, Jl. Angkasa Kav. B - 6, Kemayoran, Jakarta Pusat - 10610
  • Lihat Lokasi
  • Service :
  • Ibadah Raya
  • Youth
  • Setiap Sabtu, Minggu Ke 2 & 4 Pk. 17.00 WIB
  • Junior Church (Pk. 09.00 & 11.00 WIB)
  • Sekolah Minggu
    (Pk. 07.00, 09.00, 11.00, 16.00 WIB)
  • Little Blessing Toddler
    (Pk. 09.00, 11.00, 16.00 WIB)
  • King's Kids (Pk. 09.00 WIB)
  • Women Of Integrity (WOI)
    Setiap Selasa, Minggu ke 2 Pk. 10.00 WIB
  • Address :
  • Grand Intercon, Komp. Intercon Plaza Blok G No. 1 - 12, Jl. Meruya Hilir Raya No. 14 RT. 1 RW 9, Kebon Jeruk, Jakarta Barat - 11630
  • Lihat Lokasi
  • Service :
  • Ibadah Raya
  • Address :
  • Integrity Convention Centre (ICC), Mall Mega Glodok Kemayoran Lt. 9, Jl. Angkasa Kav. B - 6, Kemayoran, Jakarta Pusat - 10610
  • Lihat Lokasi
  • Service :
  • Ibadah Raya (Pk. 09.00, 11.00, 13.00, 15.00, 17.00 & 19.00 WIB)
  • Youth (Setiap Minggu Pk. 17.00 WIB)
  • Junior Church
  • Sekolah Minggu
  • Little Blessing Toddler
  • Women Of Integrity (WOI)
    Setiap Rabu, Minggu ke 4 Pk. 10.30 WIB
  • Address :
  • Lippo Mall Puri Lantai LG - 103C, 105A, 105B & 106, Jl. Puri Indah Raya, CBD West, Jakarta Barat - 11610
  • Lihat Lokasi
  • Service :
  • Ibadah Raya
  • Junior Church (Pk. 11. 00 WIB)
  • Sekolah Minggu
  • Little Blessing Toddler
  • Women Of Integrity (WOI)
    Setiap Rabu, Minggu ke 2 Pk. 10.00 WIB
  • Address :
  • Integrity Convention Centre (ICC), Pluit Village Mall Lt. 3 Unit 63 A - B, Jl. Pluit Indah Raya, Penjaringan, Jakarta Utara
  • Lihat Lokasi
  • Service :
  • Ibadah Raya
  • Youth (Setiap Minggu Pk. 16.30 WIB)
  • Sekolah Minggu (Pk. 08.00 & 10.00 WIB)
  • Women Of Integrity (WOI)
    Setiap Sabtu, Minggu Ke 2 Pk. 19.00 WIB
  • Address :
  • Royal Palm Hotel & Conference Center Cengkareng, Blk. C1, Jkt Outer Ring Road Jl. Taman Palem Mutiara, Cengkareng Tim., Kecamatan Cengkareng, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11730
  • Lihat Lokasi
  • Service :
  • Ibadah Raya
  • Youth Service
  • Setiap Sabtu, Minggu Ke 2 & 4 Pk. 17.00 WIB
  • Junior Church (Pk. 09.00, 11.00, 15.00 WIB)
  • Sekolah Minggu
  • Little Blessing Toddler
  • King Kids (Pk. 09.00 WIB)
  • Women Of Integrity (WOI)Setiap Selasa, Minggu Ke 3 Pk. 10.00 WIB
  • Address :
  • Integrity Convention Centre (ICC), Mall Alam Sutera Lt. 1 Unit 01 - AT - 02A, Jl. Jalur Sutera Barat Kav. 16 Alam Sutera, Tangerang - 15143
  • Lihat Lokasi