Ada sebuah pesan yang singkat, padat, namun sangat kuat dari Tuhan Yesus. Hari ini, kita akan belajar dari seseorang yang mungkin gagal, yaitu istri dari Lot. Sebab, kadang kita juga bisa belajar dari kegagalan orang lain, dan bukan dari orang-orang yang sukses saja.
Lukas 17:32
Ingatlah akan isteri Lot!
Siapakah Lot itu?
- Keponakan Abraham (Kejadian 11:27).
- Mengikuti Abraham pamannya sampai ia mempunyai domba, lembu, dan kemah sendiri, serta budak (Kejadian 13:5), menjadi kaya juga dan mandiri.
- Memilih Sodom dan Gomora sebagai tempat tinggal (Kejadian 13:12).
- Alkitab menyebutnya sebagai orang benar yang menderita serta tersiksa dengan kejahatan Sodom (2 Petrus 2:7-8).
Kita membaca alasan Lot memilih Sodom: “Lalu Lot melayangkan pandangnya dan dilihatnyalah, bahwa seluruh Lembah Yordan banyak airnya, seperti taman TUHAN, seperti tanah Mesir, sampai ke Zoar. --Hal itu terjadi sebelum TUHAN memusnahkan Sodom dan Gomora.”
Lalu tibalah hari penyelamatan itu:
Kejadian 19:16-17
Ketika ia berlambat-lambat, maka tangannya, tangan isteri dan tangan kedua anaknya dipegang oleh kedua orang itu, sebab TUHAN hendak mengasihani dia; lalu kedua orang itu menuntunnya ke luar kota dan melepaskannya di sana. Sesudah kedua orang itu menuntun mereka sampai ke luar, berkatalah seorang: "Larilah, selamatkanlah nyawamu; janganlah menoleh ke belakang, dan janganlah berhenti di manapun juga di Lembah Yordan, larilah ke pegunungan, supaya engkau jangan mati lenyap."
Namun, apa yang terjadi? Tetapi istri lot, yang berjalan mengikutnya, menoleh ke belakang, lalu menjadi tiang garam (Kejadian 19:26).
Perhatikan kata-kata ‘berjalan mengikutnya’, bahwa istri Lot kemungkinan tidak melangkah bersama, tidak seirama dengan Lot suaminya, dan mungkin penuh kekhawatiran, serta masih terpaku pada kehidupan duniawi saja seperti materi, jasmani, dan keperluan sehari-hari, tanpa menyadari betul akan rencana Allah, kehidupan rohani, dan rancangan ilahi.
Bagaimana dengan kita, dan hati kita? Masihkah berpaku pada kehidupan manusia lama kita?
Jangan sampai berlambat-lambat juga seperti Lot. Ingat juga, bahwa waktu Tuhan bukanlah waktu kita, sebab terkadang kita mesti bersegera, terutama jangan menoleh ke belakang, dan jangan berhenti.
Sebagai istri Lot:
- dia hidup bersama orang benar
- dia menikmati berkat sebagai istri orang benar
- dia melihat banyak mujizat
- dia dipegang langsung oleh tangan malaikat
Sebagai istri Lot, dia bahkan sebenarnya sudah berhasil keluar dari Sodom. Tetapi, dia memilih untuk menoleh ke belakang.
Pada hari keluarganya diselamatkan, justru dia menjadi tiang garam, mati!
Tiang garam dapat berbicara mengenai:
• Terjebak masa lalu
• Ketidaktaatan
• Fokus pada hal-hal yang duniawi
Banyak juga mungkin orang Kristen yang tidak berani memandang dan menuju ke masa depan, penuh ketakutan, kebimbangan, kekhawatiran, melainkan terus-menerus hanya memandang, menoleh, dan menengok ke belakang, selalu mengarah ke masa lalu, menyimpan dendam amarah dan kebencian terhadap apa pun yang terjadi di masa-masa yang dahulu. Mereka tidak mau memegang dan menggenggam janji Tuhan untuk masa depan.
Menoleh ke belakang berarti:
• Tidak rela melepaskan masa lalu atau cara-cara pola hidup manusia yang lama kita!
• Tidak percaya ada masa depan yang sungguh nyata dan indah ada di dalam Tuhan!
• Tidak percaya tuntunan Tuhan yang mampu menuntun setiap hari!
Selain itu, jangan sampai di keluarga kita juga ada anggota-anggota keluarga yang “mati rohaninya”, di mana saat keluarga “on fire” menyala-nyala mengasihi Tuhan dan mau beribadah, sementara masih ada yang tidak mau berdoa, menganggap tidak perlu berpuasa, ataupun memandang remeh dan tidak mempedulikan hal-hal rohani.
Kita semua sesungguhnya dapat diberi kesempatan, waktu, serta tempat yang sama, namun terkadang respons dan pilihan yang kita perbuat belumlah tentu sama.
Janganlah juga memiliki rasa aman yang salah, yaitu mengandalkan hanya manusia ataupun sekadar keberhasilan di masa lalu, serta pada uang atau materi. Jangan merasa mampu tanpa Tuhan, ataupun merasa terlalu sibuk untuk menyediakan waktu bersama Tuhan di dalam hadirat-Nya melalui mezbah doa yang rutin (persekutuan, perenungan firman, saat teduh, pujian, penyembahan). Akan ada perbedaan yang nyata antara orang-orang yang mengadakan mezbah, dengan orang-orang yang tidak mengadakannya. Kreatiflah dalam mengadakan mezbah, supaya ada rasa aman yang benar di dalam Tuhan.
1 Yohanes 2:15-17
Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.
Filipi 3:13-14
Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.
Jangan lagi menoleh ke belakang! Jangan sampai seperti istri Lot, yang meski Tuhan telah mengeluarkan dia dari Sodom, namun Sodom mungkin masih ada di dalam hatinya. Jadilah seperti rasul Paulus, mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan surgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.
Teruslah maju bersama Tuhan, dan mempercayai pimpinan serta tuntunan-Nya hari demi hari, setiap hari.
Tuhan Yesus Memberkati
Kolekte
BCA Cab. Menara Ancol
ac 635.100.0101
an. GBI PRJ
Perpuluhan
BCA Cab. Menara Ancol
ac. 635.100.0101
an. GBI PRJ
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.371.7878
an. GBI PRJ
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.327.7878
an. GBI PRJ
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.316.7878
an. GBI PRJ
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.9777.133
an. GBI PRJ Pluit
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.8777.122
an. GBI PRJ Pluit
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.522.3030
an. GBI PRJ Mandarin Service
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Pembangunan
BCA Cab Thamrin
ac. 206.977.7575
an. GBI House Of Christ Revival
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.577.7272
an. GBI House Of Christ Revival
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.378.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.353.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.356.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.3800
an. GBI Intercon
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.5900
an. GBI Intercon
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.4300
an. GBI Intercon
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.013.9400
an. GBI St Moritz



