Ketika orang Kristen dalam kesulitan dan Tuhan terlihat diam saja, tidak menolong serta tanpa menjawab doa kita, mungkin selalu ada pertanyaan seperti ini, “Tuhan, Engkau tidak peduli kalau kami (aku, keluargaku, usahaku, pelayananku, pekerjaanku) binasa?” Ataupun: “Tuhan, apakah Engkau sungguh-sungguh ada?”
Para murid-murid-Nya juga pernah mengalami peristiwa yang serupa, ketika mengalami angin ribut saat mereka, bersama Tuhan Yesus, di dalam perahu hendak menyeberangi Danau Galilea. Sedangkan, Tuhan Yesus sedang tertidur di buritan (bagian belakang perahu) dengan kepala-Nya tersandar di atas tilam atau bantal.
Markus 4:35-40
Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: "Marilah kita bertolak ke seberang." Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia. Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air. Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?" Ia pun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali. Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?"
“Tuhan, Engkau tidak peduli?” sering kali selalu muncul di saat-saat situasi seperti yang dialami oleh para murid ini. Seolah-olah mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu kehidupan kita, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.
Jadi, kenapa orang Kristen sering kali panik, khawatir, dan selalu menganggap Tuhan tidak peduli, terutama ketika amukan angin-angin badai masalah melanda dalam berbagai hal, hubungan, keluarga, pekerjaan, pelayanan, sakit-penyakit, dan lainnya?
1. Tidak mau zona nyaman terusik
Alasan pertama biasanya adalah karena kita sebagai orang Kristen tidak mau zona nyaman kita terusik. Kita orang Kristen juga menganggap semua akan baik-baik saja, sementara realitas kenyataan kehidupan apa pun dapat terjadi. Kita juga merasa seharusnya ada perlindungan dari Tuhan. Namun, dalam mengikut Tuhan Yesus, sebenarnya apa pun dapat saja kita alami seperti halnya yang dialami oleh orang-orang yang lain di dunia ini.
2. Gagal fokus
Alasan kedua adalah sering kali karena kita orang Kristen juga salah fokus, yaitu hanya melihat pada masalah-masalah yang ada. Ataupun, menganggap pada akhirnya akan selalu ada pertolongan ataupun mujizat. Namun, janganlah kita memiliki kehidupan rohani yang dangkal sebagai suami, istri, pemimpin, hamba Tuhan, ataupun lainnya. Sebab, dalam kehidupan ini dapat saja terjadi masalah demi masalah ataupun kehilangan demi kehilangan, dan mungkin tidak akan selalu ada pertolongan ataupun apa yang menjadi keinginan dan yang kita harapkan itu terwujud. Milikilah mental dan sikap hati rohani yang benar.
Janganlah tetap menjadi kanak-kanak dalam iman, melainkan menjadi bertambah dewasa rohani. Sebab, masalah-masalah yang terjadi sering kali untuk mendewasakan kita dalam iman. Dalam setiap pergumulan, janganlah cuma juga berfokus pada diri sendiri ataupun mengandalkan diri sendiri. Dan terkadang penderitaan yang kita alami bukan sekadar karena suatu dosa.
Sebagai hamba-hamba Tuhan, kita juga hendaknya siap dalam menghadapi “pelayaran” ataupun pelayanan yang mungkin akan mengalami badai ataupun tidak baik-baik saja. Selain itu, sering-seringlah membangun mezbah doa, supaya mata rohani kita tetap tertuju kepada wajah Tuhan Yesus apa pun terpaan badai yang kita alami, dan siapa pun yang mencoba menjatuhkan kita. Andalkan firman-Nya, dan percayalah. Dialah Pegangan hidup kita.
Namun, Tuhan Yesus juga akan sering kali bertanya, "Mengapa kamu tidak percaya?" selalu pada situasi yang sama, yaitu saat seperti pada ayat di atas: “Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.”
Tuhan ada dan beserta kita, sekalipun di dalam badai.
Kenapa orang Kristen sering kali selalu tidak percaya, padahal:
- ada inisiatif dari Tuhan untuk segala kebaikan yang kita alami (Dialah yang mengajak kita untuk “menyeberang” dari manusia lama kita menuju ke manusia baru yang terus-menerus diperbarui)
- ada dalam kendalinya Tuhan (seperti halnya sampai saat ini Dia setia meluputkan kita dari berbagai hal maupun peristiwa yang membahayakan yang mungkin tidak kita sadari)
- ada kuasa Tuhan (Dia sangat baik dan berdaulat, bahkan atas semesta alam)
Bagaimana menghadapi badai hidup?
• Hadapi dan terima kenyataan yang ada (Markus 4:39).
Diam, dan tenang.
• Kuatkan iman dan percaya bahwa ada Tuhan (Yosua 1:9).
Kuatkan dan teguhkanlah hati kita, jangan merasa kecut ataupun tawar hati.
• Fokus pada situasi saat ini dan Tuhan turut bekerja juga untuk memproses serta mendewasakan kita (Roma 8:28).
Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita yang mengasihi Dia dan yang terpanggil sesuai dengan rencana-Nya.
1 Korintus 10:13
Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.
Allah sanggup memberikan penghiburan dan penguatan iman bagi setiap kita orang yang percaya. Tuhan yang pernah menolong kita waktu-waktu yang lalu, Dia juga yang masih sanggup untuk menolong.
Jangan hanyut dalam zona nyaman ataupun salah fokus, melainkan tetaplah “on fire” menyala-nyala dalam mendayung perahu kehidupan kita untuk mengikut, melayani, dan mengasihi Tuhan Yesus. Allah setia pada janji-janji-Nya. Ia menyertai kita menghadapi berbagai bentuk badai hidup dalam kehidupan kita.
Tuhan Yesus Memberkati
Kolekte
BCA Cab. Menara Ancol
ac 635.100.0101
an. GBI PRJ
Perpuluhan
BCA Cab. Menara Ancol
ac. 635.100.0101
an. GBI PRJ
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.371.7878
an. GBI PRJ
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.327.7878
an. GBI PRJ
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.316.7878
an. GBI PRJ
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.9777.133
an. GBI PRJ Pluit
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.8777.122
an. GBI PRJ Pluit
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.522.3030
an. GBI PRJ Mandarin Service
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Pembangunan
BCA Cab Thamrin
ac. 206.977.7575
an. GBI House Of Christ Revival
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.577.7272
an. GBI House Of Christ Revival
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.378.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.353.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.356.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.3800
an. GBI Intercon
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.5900
an. GBI Intercon
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.4300
an. GBI Intercon
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.013.9400
an. GBI St Moritz



