Friend zone yang dimaksud di sini adalah tentang kita manusia sebagai makhluk sosial, dan kita tidak diciptakan untuk hidup sendirian.
Kejadian 2 : 18
TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia."
Sepadan berarti setara yang menjadikan quality (kualitas) lebih berarti daripada quantity (jumlah), tidak jomplang.
Kualitas hubungan kita akan menentukan kualitas hidup kita.
Di saat ini, kita ada di zaman yang serba terhubung, tetapi sering kali kita merasakan kesendirian, kesepian. Kualitas apa yang dunia tawarkan bagi hubungan yang kita miliki? Dunia mendefinisikan hubungan yang cepat tanpa ikatan, hubungan yang hanya menguntungkan sepihak, tetapi Tuhan masuk dan menawarkan pertemanan-Nya kepada kita. Saat dunia menentukan kualitas hubungan dengan syarat, sebaliknya Tuhan:
1. Menjadi Sahabat bagi kita
Kita semua adalah teman dan sahabat Yesus.
Yohanes 15 : 15
Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.
Tuhan tidak sekadar menciptakan Adam, tetapi juga menjadi teman bagi Adam, sekalipun saat Adam berbuat dosa. Dari awal, Tuhan selalu bersama manusia (Imanuel), bahkan sampai pada akhirnya.
Begitu juga dengan pertemanan antara Abraham dan Tuhan, dibangun di atas perjanjian, sebab inisiasi pertemanan berasal dari Tuhan, dan jika sekalipun manusia tidak setia, Dia tetap setia.
Kita harus mengerti hati-Nya kepada manusia. Ketika Tuhan membentuk manusia Dia, mendekat kepada manusia, Dia memakai tangan-Nya, mengenalkan karakter-Nya yang selalu mau dekat dengan manusia, bahkan kemudian mengembuskan napas-Nya kepada manusia. Itu semakin menunjukkan Tuhan sesungguhnya tidak mau jauh dari manusia.
2. Memulihkan hubungan dengan kita (sarapan di tepi pantai bersama murid)
Dalam kekosongan setelah mengecewakan Tuhan, ketika tidak ada harapan, manusia sering mau kembali ke masa lalu, seperti Petrus. Namun, perlu disadari, kita tidak bisa memakai kejayaan masa lalu untuk memenuhi kehidupan kita saat ini. Karena panggilan Tuhan selalu ada, dan sama sampai saat ini.
Tuhan memanggil pribadi kita yang sesungguhnya, bukan jabatan kita. Jangan kehilangan cinta mula-mula kita kepada Yesus. Sebab selalu ada penerimaan yang Tuhan berikan.
Yohanes 21 : 15 - 17
Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku." Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku." Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku.
3. Memberikan syarat dalam sebuah hubungan:
• Penerimaan
• Penghargaan
• Kepercayaan
• Pengampunan
Yesus tidak pernah mengganggap perbedaan derajat, Yesus memanggil kita sahabat, dan Dia menerima kita apa adanya.
Yesus ada bagi kita semua, Yesus yang mengundang kita semua untuk menjadi sahabat-Nya. Dia telah mengampuni kita, Dia menghargai kita seperti Dia menghargai Petrus.
Ingat, Tuhan tidak menginginkan versi lain dari kita, bukan menginginkan kita untuk menjadi orang lain. Dia memanggil kita sahabat, Dia menebus kita secara pribadi, dan Dia mencintai kita apa adanya.
Tuhan Yesus Memberkati