Bagaimana caranya menemukan ketenangan sejati serta mengalami kehadiran Kristus di tengah berbagai tekanan yang ada di dalam hidup ini ?
Membawa Beban Hidup Apa Adanya.
Setiap kali kita memulai hari yang baru, sebelum seluruh rutinitas serta aktivitas dimulai, sering kali ada berbagai beban berat yang turut terbawa dalam hati maupun pikiran kita. Tekanan kehidupan tidak pernah memilih waktu, melainkan dapat hadir dalam berbagai bentuk serta menyentuh aspek-aspek dalam hidup kita.
Di antara persoalan yang paling sering dirasakan oleh banyak orang meliputi tantangan kesehatan fisik maupun mental, dinamika dan konflik dalam keluarga, beban berat dalam pekerjaan atau usaha, krisis keuangan, keraguan dalam mengambil keputusan, hingga rasa duka mendalam akibat kehilangan.
Tetapi, setiap kita dapat datang ke hadapan Tuhan dengan jujur, tanpa harus berpura-pura kuat atau memakai topeng. Memilih untuk hadir apa adanya di hadapan Allah adalah langkah awal menuju pemulihan jiwa yang sejati. Tuhan tidak menuntut kita untuk selalu tampil sempurna, kuat, ataupun tanpa cela, melainkan merindukan hati yang terbuka dan rindu untuk dibimbing oleh-Nya.
Markus 4 : 35 - 38
Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka : Marilah kita bertolak ke seberang. Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus bersama-sama dengan mereka dalam perahu di mana Ia telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia. Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air. Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya : Guru, Engkau tidak peduli kalau kita binasa ?
Badai Ada, Namun Yesus Juga Ada.
Kehadiran damai sejahtera Allah tidak otomatis berarti bahwa seluruh tekanan, masalah, atau badai kehidupan akan seketika lenyap dari realitas. Sebaliknya, damai sejahtera yang sejati ialah keyakinan penuh bahwa di tengah gelombang yang paling mencekam sekalipun, Yesus dapat hadir secara nyata, dan senantiasa memegang kendali penuh atas perjalanan hidup kita.
Badai itu nyata dan ada, tetapi Yesus juga ada bersama-sama dengan kita di dalam perahu yang sama.
• Ketaatan tidak selalu membawa jalan yang tenang.
Banyak orang menganggap bahwa ketaatan kepada Tuhan akan selalu menghasilkan jalan yang mulus, rata, dan bebas dari segala kendala. Markus menuliskan perjalanan menuju ke seberang bukanlah atas inisiatif para murid atau kehendak mereka, melainkan atas perintah langsung dari Yesus sendiri yang berkata, “Marilah kita bertolak ke seberang.”
Namun, di tengah lintasan ketaatan menjalankan perintah-Nya, badai yang sangat dahsyat justru datang mengamuk dan menghempaskan gelombang air ke dalam perahu. Hadirnya badai dalam hidup bukanlah bukti otomatis bahwa kita sedang menyimpang atau salah jalan melangkah dari kehendak Allah. Ketaatan tidak menjamin tiadanya badai, melainkan menjamin hadirat-Nya yang menopang di tengah badai.
Markus 4 : 39 - 41
Ia pun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu : Diam ! Tenanglah !Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali. Lalu Ia berkata kepada mereka : Mengapa kamu begitu takut ? Mengapa kamu tidak percaya ?Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain : Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya ?
• Dalam menghadapi tekanan, bawalah ketakutan kita kepada Tuhan Yesus.
Ketika air mulai memenuhi perahu dan ancaman kematian terasa makin nyata, para murid dikuasai oleh rasa takut yang luar biasa. Ungkapan ketakutan mereka terlihat dalam seruan panik : Guru, Engkau tidak peduli kalau kita binasa ? Ini mencerminkan kerapuhan emosional manusia saat berada di bawah tekanan ekstrem, di mana persepsi kita sering kali mengaitkan rasa diam-Nya Tuhan dengan prasangka bahwa Ia tidak peduli.
Namun, Tuhan tidak menolak kejujuran emosi kita. Dalam kondisi tertekan, langkah terbaik yang dapat kita ambil ialah membawa seluruh rasa ketakutan, kecemasan, maupun keraguan kita secara langsung kepada Yesus melalui doa yang jujur. Doa yang sejati tidak membutuhkan susunan kata yang rumit, melainkan keterbukaan hati untuk berseru :
Tuhan, aku lelah. Aku takut. Aku tidak mengerti apa yang sedang terjadi dengan situasi ini. Tetapi terlepas dari segala keterbatasanku, aku memilih untuk datang dan menyerahkan seluruh perahu hidupku ke dalam tangan-Mu.
Sebutkanlah setiap beban secara terperinci di hadapan Tuhan, baik itu kekhawatiran akan masa depan, beban pekerjaan, kesehatan, maupun persoalan lainnya. Menyerahkan perahu kehidupan berarti memindahkan posisi kepemimpinan hidup dari kendali diri sendiri menuju kedaulatan mutlak Tuhan Yesus.
• Yesus berkuasa atas badai dan hati kita.
Yesus yang bangun lalu menghardik angin dan danau dengan perkataan : Diam ! Tenanglah!, seketika mengubah badai yang dahsyat menjadi keteduhan yang sempurna. Peristiwa mujizat ini menyatakan kedaulatan mutlak Kristus atas penciptaan dan pencetus segala hukum alam. Lebih dari sekadar menenangkan alam semesta, Ia sanggup menenangkan badai gelisah yang sedang mengamuk di dalam batin serta hati kita.
Iman Kristen bukanlah sebuah bentuk penyangkalan terhadap keberadaan masalah atau pura-pura bahwa situasi sulit itu tidak nyata. Iman adalah sebuah keputusan sadar untuk percaya bahwa kuasa, kasih, dan kehadiran Yesus jauh lebih besar daripada setiap tekanan maupun masalah terbesar yang pernah kita hadapi.
Filipi 4 : 6 - 7
Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.
Damai sejahtera Allah melampaui segala akal karena mampu memberikan rasa tenang serta penuh pengharapan, bahkan dalam situasi yang seharusnya memicu rasa panik ataupun putus asa. Damai sejahtera-Nya seperti benteng pertahanan yang akan memelihara serta menjaga hati maupun pikiran kita dari sifat kecemasan yang merusak.
Take Home Messages :
Ada tiga tindakan yang perlu kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari ketika berhadapan dengan tekanan :
1. BERDOA DAHULU
Jangan biarkan rasa cemas, panik, atau imajinasi buruk mengambil alih kemudi dan memimpin hari. Jadikan doa sebagai pertahanan pertama, bukan pilihan terakhir setelah segala usaha mengalami kegagalan. Dan sebelum merespons tekanan dengan emosi, bawalah seluruh pergumulan kita ke dalam hadirat Tuhan.
2. TAAT DAHULU
Kerjakan setiap langkah kecil, tanggung jawab, serta kebenaran yang Tuhan taruh di depan mata kita dengan setia. Walau gambaran besar masa depan belum terlihat secara utuh atau situasi belum sepenuhnya mereda, teruslah melangkah dalam ketaatan untuk melakukan apa yang baik, benar, dan memuliakan nama Tuhan sehari-hari.
3. PERCAYA DAHULU
Secara konsisten ingatkan diri sendiri mengenai SIAPA yang ada di dalam perahu hidup kita. Kehadiran-Nya memberikan jaminan mutlak, sebab penyertaan-Nya tidak pernah gagal, dan kasih-Nya tidak pernah berubah oleh gelombang zaman.
Masa depan mungkin menyimpan banyak ketidakpastian, tantangan baru, atau misteri yang belum terpecahkan. Kita tidak pernah tahu secara pasti apa yang akan terjadi esok ataupun apakah badai kehidupan akan mereda. Namun, kedamaian sejati ditemukan bukan ketika kita tahu masa depan maupun segala sesuatu, melainkan ketika kita mengenal serta percaya kepada Pemegang Masa Depan itu sendiri.
“I don't know what tomorrow holds, BUT I KNOW WHO IS IN MY BOAT : JESUS.” (Aku tidak tahu apa yang akan terjadi esok, tetapi aku tahu siapa yang ada di dalam perahuku : Yesus.)
Tuhan Yesus Memberkati
Kolekte
BCA Cab. Menara Ancol
ac 635.100.0101
an. GBI PRJ
Perpuluhan
BCA Cab. Menara Ancol
ac. 635.100.0101
an. GBI PRJ
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.371.7878
an. GBI PRJ
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.327.7878
an. GBI PRJ
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.316.7878
an. GBI PRJ
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.9777.133
an. GBI PRJ Pluit
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.8777.122
an. GBI PRJ Pluit
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.522.3030
an. GBI PRJ Mandarin Service
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Pembangunan
BCA Cab Thamrin
ac. 206.977.7575
an. GBI House Of Christ Revival
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.577.7272
an. GBI House Of Christ Revival
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.378.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.353.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.356.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.3800
an. GBI Intercon
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.5900
an. GBI Intercon
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.4300
an. GBI Intercon
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.013.9400
an. GBI St Moritz



