📌  Ringkasan sebelumnya : Yehezkiel 16
Perbuatan-perbuatan keji Israel dipaparkan sebagai sikap tidak tahu membalas budi Tuhan malah seperti air susu dibalas air tuba. Yerusalem membalas kebaikan Tuhan dengan perbuatan-perbuatan yang menyakiti hati-Nya.Â
Asal usul Yerusalem diungkapkan di sini sebagai bayi yang dibuang orang tuanya, lalu dengan belas kasih dipungut anak oleh Tuhan. Bahkan dengan tindakan kasih terdalam Tuhan memperistri Yerusalem. Inilah gambaran perjanjian anugerah Tuhan kepada Israel.
Apa balasan Yerusalem? Segala kebaikan Tuhan, segala hadiah tanda kasih-Nya dihambur-hamburkan Israel untuk kekasih-kekasihnya. Siapakah kekasih-kekasih Yerusalem? Segala berhala sesembahan bangsa kafir. Kepada berhala-berhala itu, sembah yang seharusnya ditujukan kepada Tuhan sekarang sepenuhnya diarahkan kepada mereka.Â
Celakanya lagi, segala ritual keji penyembahan kafir, seperti kurban anak-anak dilakukan Yerusalem. Juga bangsa-bangsa seperti Mesir dan Asyur dijadikan persandarannya tatkala menghadapi musuh.Â
Keberdosaan Yerusalem dibandingkan dengan pelacur dan pezina. Pelacur mencari nafkah untuk kebutuhan hidup, pezina seringkali pada mulanya korban ketidakadilan suami.Â
Tapi Yerusalem melakukannya demi kesenangan dan kenikmatan seks semata-mata sehingga rela membayar untuk mendapatkannya. Betapa sakit hati sang suami ketika si istri memberikan dirinya cuma-cuma kepada pria-pria lain. Bak istri-istri yang kurang kasih sayang suami-suami mereka, mencari belaian laki-laki lain, demikian Yerusalem di mata Tuhan.Â
📖  Pengantar Yehezkiel 17
Berkait dengan janji, ada dua hal yang harus kita lakukan. Pertama, kita harus bersyukur karena mempunyai Allah yang tidak pernah ingkar janji. Jadi, kita meyakini penuh penggenapan janji Allah. Kedua, Allah setia terhadap janji yang diucapkan-Nya.Â
Jadi, kita juga harus memegang janji yang telah kita buat, baik kepada Allah maupun sesama kita.