📌 Ringkasan sebelumnya :  Yehezkiel 17
Â
Perikop ini secara panjang lebar memberikan gambaran tentang Raja Zedekia yang memandang rendah sumpah dan mengingkari janjinya.
Kata "mengingkari perjanjian" ditulis sebanyak tiga kali, sedangkan kata yang bermakna sama, yaitu "memandang ringan sumpah", ditulis sebanyak dua kali.
Dikisahkan bahwa Zedekia tidak setia dan memberontak. Dia mencari pertolongan dari Mesir. Akan tetapi, Allah telah memastikan bahwa Zedekia akan mati di Babel dan raja Mesir tidak akan datang membantunya.
Zedekia tidak hanya memandang ringan kepada sumpah dan mengingkari perjanjian, ia bahkan berani melanggar semua sumpah dan perjanjian yang ia suguhkan dengan berjabat tangan.
Kesetiaan adalah tema penting dalam Kitab Yehezkiel. Melalui pembacaan Kitab Yehezkiel, tampak teologi kesetiaan Allah yang memegang janji-Nya sudah berkembang.
Yehezkiel menyatakan bahwa Allah yang tidak pernah mengingkari janji-Nya itu, berkenan beperkara kembali dengan umat yang setia.
📖 Pengantar Yehezkiel 18
TUHAN tidak berkenan atas kematian orang fasik, tetapi memberikan hidup kepada setiap orang yang bertobat dan melakukan kebenaran dan keadilan.
Orang Israel tidak mau menerima hal ini dan terus mempersalahkan keputusan TUHAN. Namun TUHAN tetap sabar dan meminta umat bertobat dan berpaling dari segala kedurhakaan mereka, memperbarui hati dan roh mereka.