📌  Ringkasan sebelumnya : Yehezkiel 14
Apa pun karakteristik dosa para pemimpin Yehuda yang ada di Yerusalem, yang sangat jelas adalah Allah tidak lagi menempati prioritas utama dalam hati mereka. Allah hanya sebuah alternatif bagi mereka. Inilah yang menghalangi hubungan antara Allah dengan mereka.
Allah tidak akan menjawab mereka ketika mereka minta petunjuk kepada nabi (ayat 1), tetapi Allah justru akan menghukum bahkan melenyapkan mereka yang mengagungkan berhala. Tindakan Allah ini terkesan sangat otoriter dan sadis.
Namun kita harus memahaminya dari perspektif bahwa Allah justru membantu mereka untuk mempertegas sikapnya sebab ketika mereka sudah tidak lagi memprioritaskan Allah, maka mereka bukan lagi bagian dari umat Allah.
Melihat seluruh rakyat Yehuda juga hanya menempatkan Allah sebagai sebuah alternatif, kita dapat menyimpulkan bahwa setiap manusia termasuk umat Allah memang mempunyai kecenderungan untuk menempatkan Allah hanya sebagai sebuah alternatif. Benarkah demikian?Â
Remedial apa yang dibutuhkan? Tidak lain tidak bukan adalah pertobatan sejati yang memimpin mereka kembali menjadi umat Allah. Pertobatan ini bukanlah alternatif sebab penghukuman yang dahsyat sudah menanti umat Allah yang mempunyai kehidupan ibadah yang munafik dan para nabi yang menghasut umat-Nya.
📖  Pengantar Yehezkiel 15
Di Perjanjian Lama, Israel suka dilambangkan sebagai kebun/pohon anggur. Baik dalam artian positif, seperti di Mzm. 80:9-10 yang menyebutkan bagaimana Tuhan telah menanamkan Israel di tanah perjanjian. Atau dalam artian negatif seperti di Yes. 5:1-7, yang diharapkan anggur yang manis, ternyata hasilnya asam. Namun di sini, Israel dilambangkan sebagai batang pohon anggur yang tidak memiliki guna sama sekali kecuali untuk dibakar.