📌 Ringkasan sebelumnya : Yehezkiel 24
Pada hari dimulainya pengepungan Israel, Allah memberikan pesan kepada Nabi Yehezkiel yang berisi bahwa raja Babel mulai menyerang Yerusalem. Yehezkiel juga diperintahkan untuk mengucapkan perumpamaan tentang kuali yang ditaruh di atas perapian yang di dalamnya dimasukkan potongan daging, dimasak hingga mendidih dan tulang-tulangnya turut empuk.
Hal itu menandakan berbagai kesengsaraan yang akan ditanggung oleh bangsa Israel selama pengepungan.
Perumpamaan tersebut menjadi tanda kehancuran yang akan dihadapi bangsa Israel.
Dosa umat diibaratkan dengan kuali yang berkarat. Mereka berulang kali menjauh dari Allah, serta melakukan kejahatan.
Dosa itu melekat kuat sehingga sulit dihilangkan, meskipun telah dibakar dalam perapian.
Allah terus berupaya menasihati dan menahirkan mereka, namun mereka tetap kembali kepada kehidupan lama. Bukannya berbalik kepada Allah, mereka justru tetap tinggal dalam dosa. Allah tidak pernah berkompromi dengan dosa. Karena itu, Ia menegur umat-Nya dengan keras.
📖 Pengantar Yehezkiel 25
Allah sedang bertindak tegas menghukum kesalahan umat-Nya namun Ia tidak membiarkan bangsa-bangsa kafir melecehkan dan menghina Israel. Allah sendiri yang akan membela umat-Nya karena sikap mereka menghina umat-Nya berarti menghina Allah.
Tindakan Allah yang menghukum sekaligus membela dan memelihara umat-Nya adalah ciri khas dari tindakan Allah yang Maha Kasih dan Maha Adil.