Zakharia melakukan peragaan nubuat, mengambil alih penggembalaan umat Tuhan dari gembala palsu. Bagi-an tertentu perikop ini dapat dimengerti sebagai menggambarkan pelayanan Yesus di dunia. Sebagian lagi tidak. Yesus datang untuk menggembalakan umat yang berdosa, yang sedang dihukum Allah. Dua tongkat yang melambangkan kemurahan dan persatuan umat menjadi ciri khas pela-yanan Yesus. Kehadiran-Nya membongkar kepalsuan gembala gadungan. Namun umat yang bebal tetap menolak digembalakan. Bahkan penolakan itu berujung kepada "pemecatan" Sang Gembala dengan bayaran 30 keping perak. Bandingkan dengan bayaran yang diterima Yudas ketika menjual Yesus.
Gambaran berikut tidak dapat dikenakan pada Yesus, yaitu mematahkan dua tongkat lambang penggembalaan Allah. Seakan-akan Yesus menolak meneruskan pelayanan kasih-Nya kepada umat yang tidak tahu diri tersebut bahkan menyerahkan mereka kepada gembala pandir. Kita pahami bagian ini sebagai konsekuensi logis yang harus dialami umat berdosa. Ketika umat Yahudi pada zaman Yesus menolak digembalakan-Nya, mereka harus mengalami deraan yang berkepanjangan dalam sejarah mereka. Namun Yesus tetap mengasihi mereka.
📖 Pengantar Zakharia 12
Penolakan Israel terhadap penggembalaan Tuhan menyeret mereka ke dalam suatu kondisi hidup yang tidak lagi berpengharapan. Sekian lama bangsa ini berada dalam cengkeraman bangsa asing yang silih berganti menindas mereka. Puncaknya, semua bangsa di muka bumi akan bersatu menyerang mereka. Sementara mereka sendiri terpecah saling bermusuhan.
Women Of Integrity (WOI) Setiap Sabtu, Minggu Ke 2 Pk. 19.00 WIB
Address :
Royal Palm Hotel & Conference Center Cengkareng, Blk. C1, Jkt Outer Ring Road Jl. Taman Palem Mutiara, Cengkareng Tim., Kecamatan Cengkareng, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11730