📌 Ringkasan sebelumnya : Zakharia 10
Israel pernah memberontak kepada Allah dengan me-nyembah berhala. Mereka meminta hujan dari terafim dan para juru tenung. Israel seperti itu karena tidak ada penggembalaan dari para pemimpinnya - Israel seperti domba liar. Puncak dari kejatuhan Israel, yaitu ketika Allah menyerahkan mereka kepada Asyur dan Babel, dua bangsa kafir adikuasa. Jadi boleh dikatakan bahwa Israel, umat Tuhan ini, mempunyai masalah besar dalam hal kekeringan rohani, perbudakan oleh kuasa gelap, dan penindasan secara politik oleh kekuatan asing. Tiga hal ini membuat mereka jauh dari persekutuan intim dengan Allah.
Allah tetap setia pada umat-Nya. Sesaat Ia murka dan menghukum, tetapi segera pula Ia menerima mereka dalam kasih dan bahkan melupakan dosa mereka. Lihat betapa Israel merespons pengampunan Tuhan secara ekspresif.
Pemulihan yang Tuhan lakukan pada umat-Nya bersifat holistik. Allah membebaskan umat-Nya dari ikatan kuasa gelap, tangan para gembala yang jahat, dan cengkeraman kekuatan asing. Allah memenuhi apa yang menjadi kebutuhan umat-Nya. Ia memberikan berkat-Nya, memulihkan kehidupan rohani mereka dan membawa mereka kembali ke tanah perjanjian. Ajaibnya dalam pembebasan umat-Nya ini, Allah membuat mereka bisa berjalan kembali seperti semula, yaitu hidup sesuai dengan kebenaran Allah. Hubungan bangsa ini dengan Allah bisa pulih kembali.
📖 Pengantar Zakharia 11
Umat Tuhan berkeliaran seperti kawanan domba tanpa gembala akibat hukuman Tuhan. Mereka tidak memiliki gembala yang baik karena Tuhan membiarkan pemimpin jahat sebagai gembala. Meskipun kemudian, Tuhan murka kepada para gembala yang tidak baik itu. Inilah bukti kasih setia Tuhan kepada umat-Nya.