📌 Ringkasan sebelumnya : Markus 12
Dalam perumpamaan Yesus, pemilik tanah dan kebun anggur adalah Allah, sedangkan orang-orang Israel dilukiskan sebagai kebun anggur. Sebagai pemilik kebun anggur, Ia memercayai para pekerja upahan untuk menggarap lahan anggur. Walau pemilik anggur tidak berada di tempat, ia selalu memantau kebun anggurnya dari jauh dengan cara mengutus orang untuk menagih 50 persen dari hasil panen.
Para pemimpin dan pemuka agama Israel dilukiskan sebagai pekerja upahan. Allah memberi kewenangan kepada mereka untuk merawat dan menggarap kebun anggurnya tanpa dipungut uang sewa. Allah hanya meminta pembagian hasil. Yang terjadi adalah air susu dibalas air tuba. Mereka membuat rencana perampasan dan pembunuhan berencana. Orang utusan dilukai dan dibinasakan, sedangkan ahli waris dibunuh dengan cara yang keji. Dengan cara itu, mereka berpikir lahan itu menjadi milik mereka. Ternyata dugaan mereka meleset. Si pemilik tanah datang mengklaim kembali haknya dan menghabisi mereka.
Melalui perumpamaan ini, Yesus menegur keras kejahatan kaum agamawan Israel yang suka memakai jubah agama dan memanipulasi nama Allah untuk memeras sesamanya demi keuntungan pribadi. Yesus mengingatkan bahwa mata Allah selalu mengawasi mereka dari tempat yang jauh. Sekalipun mereka membinasakan Yesus sebagai seorang kriminal, Allah justru mengangkat Yesus sebagai Hakim dunia. Di hari penghakiman itu, mereka tidak akan lolos dari penghakiman Allah.
📖 Pengantar Markus 13
Bait Allah di zaman Yesus merupakan bangunan yang didirikan oleh Zerubabel dan Ezra. Bangunan ini direnovasi dengan megah oleh Herodes pada tahun 20-19 sM. Kemegahan Bait Allah membuat setiap mata terkagum-kagum. Bukan karena luas Bait Allah, melainkan lapisan lempengan emas yang menghiasi seluruh bangunan tersebut. Saat cahaya matahari menyinari bangunan itu, Bait Allah memantulkan cahaya keemasan yang menyilaukan mata. Inilah yang menjadi kebanggaan orang-orang Yahudi.