
Beberapa waktu yang lalu, saya berbincang dengan seseorang yang sangat saya kasihi.
Ia menceritakan sebuah mimpi yang dialaminya ketika masih muda. Bertahun-tahun kemudian, ia mengaku pernah melihat sebuah tempat yang terasa sangat mirip dengan apa yang ada dalam mimpinya. Pengalaman itu begitu membekas sehingga sampai hari ini, setiap kali bertemu orang yang dianggap memahami hal-hal rohani, psikologi, atau filsafat, ia hampir selalu menceritakan pengalaman itu dan bertanya, "Menurutmu ini artinya apa?"
Saya mendengarkannya sambil tersenyum. Bukan karena ceritanya aneh. Tetapi karena saya menyadari, bukankah kita semua sering melakukan hal yang sama? Ketika hati kita sudah cenderung pada suatu kemungkinan, kita mulai mencari orang yang akan menguatkan dugaan itu. Kita menyebutnya mencari jawaban, ataupun kepastian, serta peneguhan.
Padahal, kadang bisa saja yang sebenarnya kita cari adalah persetujuan atau validasi dari orang lain.
Orang Farisi juga pernah meminta validasi untuk motivasi yang salah. Mereka meminta Yesus menunjukkan tanda dari langit. Sekilas permintaan itu mungkin tampak rohani. Namun, Yesus mengetahui isi hati mereka—dan hati kita semua.
Matius 6:1-4 (BSD), "Ada beberapa orang Farisi dan orang Saduki mau menjebak Yesus. Karena itu, mereka datang kepada-Nya dan minta Ia membuat keajaiban untuk membuktikan bahwa Ia datang dari Allah. Yesus berkata kepada mereka, "Bukan main orang-orang zaman ini! Mereka jahat sekali dan tidak taat kepada Allah! Kalau kalian melihat langit merah pada waktu matahari terbenam, kalian bisa meramalkan cuaca. Kalian berkata, 'Hari ini cuaca baik.' Kalau pada pagi hari kalian melihat langit merah dan mendung, kalian berkata, 'Hari ini akan hujan.' Dengan melihat ke langit, kalian dapat meramalkan cuaca, masakan kalian tidak bisa meramalkan tanda-tanda zaman ini?" Lalu Yesus berkata lagi, "Kalian minta Aku membuat keajaiban? Tidak, Aku tidak akan melakukan keajaiban. Satu-satunya keajaiban untuk kalian ialah yang sudah dialami dahulu oleh Yunus." Kemudian Yesus pergi.
PADA suatu hari datanglah orang Farisi dan orang Saduki untuk menguji pengakuan Yesus bahwa Dia Mesias. Mereka minta agar Ia memperlihatkan beberapa tanda mujizat di langit. Yesus menjawab, "Kalian memang pandai melihat gejala-gejala cuaca di langit. Langit merah pada senja hari menandakan besok cuaca akan cerah, langit merah pada pagi hari menandakan cuaca buruk sepanjang hari. Tetapi tanda-tanda zaman yang begitu jelas tidak dapat kalian pahami. Bangsa yang jahat dan tidak percaya ini meminta beberapa tanda ajaib di langit, tetapi tidak akan diberi bukti lain, kecuali mujizat yang telah terjadi pada Yunus." Kemudian Yesus pergi meninggalkan mereka. (FAYH)
Some Pharisees and Sadducees were on him again, pressing him to prove himself to them. He told them, "You have a saying that goes, 'Red sky at night, sailor's delight; red sky at morning, sailors take warning.' You find it easy enough to forecast the weather--why can't you read the signs of the times? An evil and wanton generation is always wanting signs and wonders. The only sign you'll get is the Jonah sign." Then he turned on his heel and walked away. (MSG)
Mereka bukan sedang mencari kebenaran. Mereka sedang mencari bukti yang mendukung apa yang sudah ingin mereka yakini saja. Kalau tandanya cocok, mereka percaya. Kalau tidak, mereka tetap menolak.
Padahal, kalau semua jawaban diberikan dan harus selalu terlihat, kita mungkin tidak lagi berjalan dengan iman. Sebab, iman bukan sekadar mengetahui seluruh perjalanan. Iman ialah mempercayai Pribadi yang memimpin perjalanan. Bahkan, kadang kita begitu sibuk mencari jawaban, sampai-sampai lupa membangun hubungan dengan Dia yang adalah Jawaban.
Yohanes 14:6 (FAYH), "Yesus berkata kepadanya, 'Akulah Jalan, dan Kebenaran, dan Hidup. Tidak seorang pun dapat datang kepada Bapa, kecuali melalui Aku.'"
Yesus menjawab, "Akulah jalan untuk mengenal Allah dan mendapat hidup. Tidak seorang pun dapat datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku." (BIS)
Jesus said to him, "I am the road to where my Father is. I am the one who reveals the truth about God and the one who gives eternal life to people. I am the only one who can enable people to come to my Father. There is no other way." (DEIBLER)
Bagaimana dengan saya dan Saudara sekarang, apakah hanya sedang mencari pembenaran, ataukah benar-benar mencari kebenaran?
~ JP