
Sungguh diberkati mendengar lagu pujian yang penggalannya berbunyi:
"Ku mau s'lalu bersyukur kepada-Mu, Tuhan
Anug'rah-Mu mempesonaku
Selalu dan selalu
Kau angkat hatiku
Kau membuatku berharga di mata-Mu"
Ya, anugerah-Nya betapa sangat mempesona kita dan hati kita. Sebab, betapa juga kita orang-orang yang berdosa. Orang berdosa yang sangat dikasihi-Nya.
Roma 5:20 (FAYH), "Hukum Taurat diberikan supaya semua orang dapat melihat kegagalan mereka dalam mematuhi hukum-hukum Allah. Tetapi makin kita melihat keadaan kita yang penuh dosa, makin tampak betapa melimpahnya kemurahan Allah dalam mengampuni kita."
All that passing laws against sin did was produce more lawbreakers. But sin didn't, and doesn't, have a chance in competition with the aggressive forgiveness we call [grace]. When it's sin versus grace, grace wins hands down. (MSG)
Now we find that the Law keeps slipping into the picture to point the vast extent of sin. Yet, though sin is shown to be wide and deep, thank God his grace is wider and deeper still! (Phillips NT)
Kasih karunia-Nya ibarat--bahkan lebih luas daripada--Samudra Pasifik, lautan yang tak kekurangan air bagi seekor ikan di dalamnya.
Namun, jangan kita sengaja mempermainkan dan memanfaatkan kasih karunia itu untuk hidup dalam dosa.
Efesus 2:4 (TSI), "Tetapi karena Allah maha penyayang dan penuh belas kasihan, Dia mengasihani kita dan menyatakan kasih-Nya secara luar biasa!"
Lukas 7:47 (TSI), "Jadi, Aku menegaskan kepadamu bahwa dosanya yang begitu banyak sudah diampuni. Itulah sebabnya dia menunjukkan kasihnya terhadap Aku dengan cara yang luar biasa. Tetapi orang yang diampuni dari dosanya yang sedikit, hanya akan mengasihi dengan sedikit juga."
Impressive, isn't it? She was forgiven many, many sins, and so she is very, very grateful. If the forgiveness is minimal, the gratitude is minimal. (MSG)
Jadi, tiap kali kita merasa membutuhkan kasih karunia, datanglah pada-Nya dalam doa, dan janganlah lupa untuk menunjukkan kasih karunia juga kepada orang-orang yang mungkin membutuhkannya dari kita, seperti halnya kita pun telah menerimanya dari Tuhan.
~ FG