
Mazmur 73:23, "Tetapi aku tetap di dekat-Mu; Engkau memegang tangan kananku."
Nevertheless I am continually with You; You do hold my right hand. (AMP)
I'm still in your presence, but you've taken my hand. (MSG)
But I never really left you, and you hold my right hand. (CEV)
Corrie ten Boom pernah mengingatkan, apabila kita merasa Tuhan jauh, sebenarnya kitalah yang menjauh. Entah karena berbagai hal yang kita alami dalam kehidupan. Karena itu, berhati-hatilah.
Pemazmur juga di atas, dalam hal ini Asaf, mengingatkan kita akan sikap yang menuntun pada kemenangan iman. Apa itu? Yaitu bahwa di dalam hidup ini, dengan segala persoalannya, yang terbaik bagi kita adalah hubungan yang personal atau pribadi dan intim dengan Allah. Setiap hari, setiap waktu. Dan bukan hanya saat kita merasa membutuhkan sesuatu dari Dia.
Kita memerlukan kehadiran dan penyertaan-Nya dalam tiap aspek hidup kita, sebab Dia yang akan menuntun kita dengan firman-Nya, menopang kita dengan kuasa-Nya. Tidak ada hamba Tuhan, yang sungguh-sungguh hamba Tuhan, yang tidak melakukannya.
Bagaimana dengan Saudara dan saya hari-hari ini? Apakah kita mengutamakan penyertaan Tuhan dalam hidup kita? Masihkah kita merasa perlu akan perkenanan-Nya, dan tuntunan Roh Kudus bagi kita?
Mazmur 73:28 (VMD), "Bagiku, semua yang kuinginkan adalah dekat pada Allah. Aku telah membuat Tuhan ALLAH tempat perlindunganku. Ya Allah, aku akan memberitakan tentang yang telah Kauperbuat."
Sedangkan aku akan berusaha sedapat-dapatnya untuk hidup dekat dengan Dia. Aku telah memilih Dia dan aku akan bercerita kepada semua orang tentang bagaimana Ia menyelamatkan aku dengan cara-cara yang mengagumkan. (FAYH)
But I'm in the very presence of God--oh, how refreshing it is! I've made Lord GOD my home. God, I'm telling the world what you do! (MSG)
Being united with God is my highest good. I have made the Almighty LORD my refuge so that I may report everything that he has done. (GWV)
~ FG