
Filipi 3:17, "Saudara-saudara, ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka, yang hidup sama seperti kami yang menjadi teladanmu."
Secara sepintas, membaca ayat tersebut di atas, mungkin mata kita hanya tertuju pada Paulus, rasul besar itu. Untuk mengikuti teladannya, dalam beriman kepada Tuhan. Namun, mungkin ada yang terlepas dari perhatian kita.
Dan perhatikanlah mereka.
Demikian kata Paulus, ia juga meminta jemaat agar melihat, memperhatikan kehidupan, atau cara hidup, orang-orang yang telah mengikuti teladannya. Apakah sesuai dengan apa yang diajarkan Paulus maupun apa yang diajarkan oleh mereka sendiri? Apakah tetap setia pada Tuhan yang mereka percayai?
Jadi Saudara-saudari, biarlah kalian semua mengikuti teladan saya. Perhatikanlah dan contohlah setiap orang yang hidup sesuai teladan kami. (TSI)
Saudara sekalian yang saya kasihi, tirulah pola hidup saya dan perhatikanlah siapa-siapa lagi yang hidup menurut teladan saya. (FAYH)
Stick with me, friends. Keep track of those you see running this same course, headed for this same goal. (MSG)
Hampir sama seperti yang pernah dikatakan oleh Andrew Carnegie, "As I grow older, I pay less attention to what people say. I just watch what they do," bahwa sesungguhnya apa yang menjadi tolok ukur sesungguhnya dari keyakinan seseorang ialah bukan sekadar apa yang mereka perkatakan ataupun akui di mulut saja --walau hal itu tidak kalah pentingnya juga, namun ada yang lebih perlu yaitu-- melainkan apa yang mereka lakukan atau perbuat dengan hidup mereka.
Jangan sampai malah menjadi seperti yang diperingatkan oleh rasul Paulus tentang orang-orang yang seolah-olah mungkin melayani Tuhan, bahkan paham segala seluk-beluk kehidupan rohani, namun ternyata mereka melayani diri mereka sendiri.
Roma 16:18, "Sebab orang-orang demikian tidak melayani Kristus, Tuhan kita, tetapi melayani perut mereka sendiri. Dan dengan kata-kata mereka yang muluk-muluk dan bahasa mereka yang manis mereka menipu orang-orang yang tulus hatinya."
Karena orang-orang seperti itu tidak melayani Penguasa kita Kristus Yesus. Yang mereka inginkan hanyalah menyenangkan diri sendiri. Mereka memakai kata-kata manis untuk membohongi orang-orang yang tulus hati. (TSI)
They have no intention of living for our Master Christ. They're only in this for what they can get out of it, and aren't above using pious sweet talk to dupe unsuspecting innocents. (MSG)
They do not serve our Lord Christ! On the contrary, they only want to satisfy their own desires! Also, by all the eloquent things that they say they deceive the minds of those people who do not realize that their teaching is false. (DEIBLER)
Sudahkah hidup kita setia kepada Tuhan Yesus, sungguh-sungguh mau hidup benar, dan menjadi perenungan yang baik oleh orang-orang yang ada di sekitar kita maupun generasi-generasi yang selanjutnya setelah nanti kita tiada? Jadilah orang-orang yang seperti demikian.
Ibrani 13:7 (AYT), "Ingatlah para pemimpinmu, mereka yang telah mengajarkan firman Tuhan kepadamu. Perhatikanlah hasil dari cara hidup mereka, dan contohlah iman mereka."
Ingatlah para pemimpinmu, yakni mereka yang pernah menyampaikan Firman Allah kepadamu dan yang sudah mendahului kita ke surga. Renungkanlah cara hidup mereka yang baik dan ikutilah teladan keyakinan mereka. (TSI)
Pemimpin-pemimpinmu sudah memberitahukan apa yang dikatakan oleh Allah. Karena itu, janganlah lupa kepada mereka. Perhatikanlah cara hidup mereka selama mereka hidup sampai mereka meninggal dunia. Percayalah kepada Tuhan seperti mereka. (BSD)
Ingatlah akan pemimpin-pemimpin yang telah mengajarkan Firman Allah kepada Saudara. Renungkanlah segala kebaikan yang telah dihasilkan oleh hidup mereka, dan usahakanlah untuk beriman kepada Tuhan seperti mereka. (FAYH)
~ FG