
2 Timotius 3:14, "Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu."
Oleh karena itu, Timotius, hendaklah kamu tetap mengikuti ajaran yang sudah kamu terima dari saya maupun hamba-hamba Tuhan yang lain. Kamu mempercayai ajaran itu sebab kamu tahu bahwa kami yang mengajarkannya bisa dipercaya. (TSI)
But don't let it faze you. Stick with what you learned and believed, sure of the integrity of your teachers--. (MSG)
Dahulu, ada seorang petani yang mengutus anak laki-lakinya untuk membajak ladang. Sang ayah berpesan dengan sangat jelas: "Buatlah garis yang lurus. Caranya, pilih satu objek tetap di ujung ladang sana, lalu arahkan bajakmu lurus ke titik itu."
Beberapa jam kemudian, sang ayah datang mengecek. Alangkah terkejutnya ia melihat hasilnya. Tidak ada satu pun garis yang lurus, semuanya berkelok-kelok berantakan.
"Bukankah Ayah tadi menyuruh untuk fokus pada satu objek di ujung sana?" tanya sang ayah. Si anak menjawab polos, "Sudah, Ayah, aku udah fokus pada seekor kelinci di ujung ladang itu, tapi kelincinya lompat-lompat terus, jadi aku ikut belok-belok juga."
Banyak hal yang mencoba mendistraksi kita di tengah dunia ini yang mudah berubah, yang penuh dengan "kelinci yang melompat". Karena itu, janganlah "mengejar kelinci" tersebut seperti opini publik yang hari ini mungkin memuji, namun esok mencaci; budaya populer FOMO (fear of missing out) yang standar moralnya cepat berubah, serta perasaan pribadi yang bisa bergantung pada mood, suasana hati ataupun keadaan.
Paulus pernah memberikan peringatan kepada Timotius anak didiknya, bahwa akan datang masa yang sukar di mana banyak orang akan mencintai diri sendiri, menjadi hamba uang, dan lebih menuruti hawa nafsu daripada menuruti Allah. Paulus menasihatinya untuk tetap memegang pengajaran yang telah dipelajari.
Karena itu, jadikan firman Tuhan pedoman utama dalam hidup kita sebagai anak-anak-Nya, supaya kita tidak mudah terdistraksi karena sekadar "mengejar-ngejar kelinci".
~ FG