
Beberapa hari yang lalu, putri kami batuk-batuk. Setelah saya cek, ternyata di kamarnya penuh dengan debu yang sudah sangat tebal, karena mungkin jarang ataupun tidak sempat dan karena malas membersihkan. Ditambah tidak adanya sirkulasi udara yang mumpuni sehingga debunya bertumpuk-tumpuk berhari-hari.
Alhasil, saya pun harus membersihkan seluruh ruangan kamarnya itu, sebersih dan sebisa saya supaya debunya berkurang ataupun menghilang dari atas lemari, di antara sela-sela buku, di sudut meja, dan lainnya. Serta membuang kotak-kotak bekas yang tidak perlu dipakai lagi, maupun membuat sirkulasi agar udara dapat keluar-masuk dengan segar.
Seperti seorang ayah yang rindu membersihkan kamar seorang anaknya agar terhindar dari debu tebal yang dapat membuat batuk ataupun sampai sesak napas, demikian pula mungkin halnya Bapa kita di surga yang ingin membersihkan kehidupan kita agar tidak terjebak "debu-debu" kotor dunia serta dosa.
1 Tesalonika 4:3 (BIS), "Inilah kehendak Allah: Supaya kalian hidup khusus untuk Dia, suci, menjauhi segala perbuatan yang cabul."
God wants you to live pure lives that will show that you completely belong to him. He wants you to avoid doing any sexually immoral things (OR, avoid being sexually immoral in any way). (DEIBLER)
It is God's will that you keep away from sexual sin as a mark of your devotion to him. (GWV)
Bersyukurlah jika hari-hari ini Tuhan sedang memproses maupun membersihkan kita dari apa pun yang menjadi "debu-debu", entah itu yang sudah sangat tebal ataupun yang masih terasa tipis, di dalam kehidupan kita.
1 Tesalonika 4:7 (OKKH), "Allah tidak memanggil kita untuk menjalani hidup yang dicemari dosa, melainkan untuk menjalani hidup yang menghormati Dia."
Karena Allah tidak memanggil kita untuk berhati kotor dan penuh hawa nafsu, tetapi untuk menjadi suci dan bersih. (FAYH)
God hasn't invited us into a disorderly, unkempt life but into something holy and beautiful--as beautiful on the inside as the outside. (MSG)
~ FG