
Seorang pemain American football berdiri di pinggir lapangan. Stadion penuh sesak. Ribuan pasang mata menatapnya. Timnya membutuhkan satu pertahanan terakhir untuk memenangkan pertandingan.
Tapi alih-alih memakai helm pelindung, yang dirancang khusus untuk menahan benturan keras dalam olahraga kontak fisik intensitas sangat tinggi ini, ia malah mengenakan sebuah topi koboi!
Menggelikan? Tidak masuk akal?
Sayangnya, bukankah kita mungkin sering kali melakukan hal yang sama?
Kita menjalani kehidupan sehari-hari yang mungkin penuh dengan tekanan, konflik, godaan, dan kebohongan, dengan pikiran yang tidak terlindungi, tanpa kebenaran firman Tuhan. Dan kita heran mengapa kita mudah terjatuh, terluka, ataupun terperangkap.
"Kamu tidak akan pernah berubah."
"Tuhan tidak peduli padamu."
"Aman saja, semua orang melakukan ini."
"Kamu sudah terlalu lama gagal."
Kebohongan-kebohongan semacam ini, jika terus kita percayai, akan membangun penjara tanpa jeruji. Kita mungkin saja bebas secara fisik, tangan tidak terbelenggu, kaki tidak dirantai, namun pikiran kita sedang dipenjarakan. Kita berjalan di ruang terbuka, tetapi hati kita terkurung. Kita bisa saja tampak berhasil dari luar, tetapi sedang menjalani hidup yang salah di hadapan Tuhan.
Roma 12:2, "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna."
Do not be conformed to this world (this age), [fashioned after and adapted to its external, superficial customs], but be transformed (changed) by the [entire] renewal of your mind [by its new ideals and its new attitude], so that you may prove [for yourselves] what is the good and acceptable and perfect will of God, even the thing which is good and acceptable and perfect [in His sight for you]. (AMP)
Don't become so well-adjusted to your culture that you fit into it without even thinking. Instead, fix your attention on God. You'll be changed from the inside out. Readily recognize what he wants from you, and quickly respond to it. Unlike the culture around you, always dragging you down to its level of immaturity, God brings the best out of you, develops well-formed maturity in you. (MSG)
Karena itu, penting sekali untuk mengisi pikiran kita dengan kebenaran firman Tuhan, mempercayainya, merenungkannya, dan menjadikannya fondasi utama dalam hidup kita.
Roma 10:2, "Sebab aku dapat memberi kesaksian tentang mereka, bahwa mereka sungguh-sungguh giat untuk Allah, tetapi tanpa pengertian yang benar."
Saya tahu betul bahwa mereka sungguh-sungguh berusaha untuk menyenangkan hati Allah. Tetapi, mereka memakai cara yang tidak benar, sebab mereka salah mengerti tentang bagaimana seharusnya menyenangkan hati Allah. (BSD)
I readily admit that the Jews are impressively energetic regarding God--but they are doing everything exactly backwards. (MSG)
Izinkan Roh Kudus mengubahkan, mengoreksi, dan membentuk ulang setiap pola pikir yang salah, maka langkah kita akan menjadi lebih ringan, hati dipenuhi kedamaian, dan kita mulai berjalan dalam kebebasan yang sejati.
2 Timotius 4:5a (MILT), "Namun engkau, tenangkanlah pikiranmu dalam segala sesuatu."
Furthermore, I command that you always control what you think and do. (DEIBLER)
But you must keep a clear head in everything. (GWV)
"We are called to take His light to a world where wrong seems right." (Phil McHugh)
~ FG