
Ada sebuah ungkapan yang menarik dari St. Augustine, "Hitunglah semua yang sudah Tuhan beri, kurangi dengan yang kita butuhkan, sisanya adalah kebutuhan orang lain."
Sementara itu, rasul Paulus juga pernah berkata:
"Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan:Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima." (Kisah Para Rasul 20:35)
Saya selalu memberi teladan kepada Saudara dalam hal menolong orang miskin, sebab saya ingat akan kata-kata Tuhan Yesus, 'Lebih berbahagia memberi daripada menerima.' (FAYH)
In everything I have pointed out to you [by example] that, by working diligently in this manner, we ought to assist the weak, being mindful of the words of the Lord Jesus, how He Himself said, It is more blessed (makes one happier and more to be envied) to give than to receive. (AMP)
In everything I've done, I have demonstrated to you how necessary it is to work on behalf of the weak and not exploit them. You'll not likely go wrong here if you keep remembering that our Master said, 'You're far happier giving than getting.' (MSG)
Kita diajak untuk berbagi, suka memberi, serta lebih memperhatikan orang lain yang membutuhkan.
Jika kita menghitung berkat-berkat Tuhan dalam hidup kita, bukankah sudah banyak yang telah Ia beri? Inilah latihan bersyukur bagi kita, cobalah renungkan: Napas hidup yang masih kita hirup, tempat tidur yang empuk tadi malam, makanan atau asupan yang mengisi perut kita, orang-orang yang begitu mengasihi kita, serta pekerjaan atau kegiatan yang bisa kita lakukan hari ini, dan lainnya.
Tuhan sudah memberi jauh lebih banyak daripada yang kita sadari.
Karena itu, sudahkah kita mencoba juga untuk memperhatikan kebutuhan orang lain? Jika Tuhan telah mempercayakan sesuatu yang lebih dari cukup bagi kita, relakah kita juga untuk menolong mereka yang berkekurangan? Jadilah saluran yang mengalirkan berkat, dan bukan saluran yang tersumbat.
Ingat, kita tidak akan pernah bisa mengalahkan kemurahan hati Tuhan. Apa yang kita berikan ataupun taburkan, Dia akan gantikan berkali lipat, mungkin bukan selalu dalam bentuk materi, tetapi dalam sukacita, damai sejahtera, serta makna hidup yang lebih berarti bagi banyak orang.
~ Yuliana Sondakh