
Amsal 11:13 (TSI), "Siapa yang suka bergosip, membocorkan rahasia, tetapi orang yang setia dapat dipercaya untuk menyimpan rahasia."
Orang yang membongkar rahasia orang lain tidak dapat dipercayai. Orang yang dapat dipercayai terus berdiam diri. (VMD)
A gossip tells everything, but a true friend will keep a secret. (CEV)
Amsal mengajarkan bahwa orang yang memiliki jiwa sebagai seorang kawan yang sejati dan setia kawan, ia tidak akan mengumbar-umbar perkara yang sangat sensitif.
Menjaga rahasia yang memang perlu dijaga dari orang lain bukanlah sekadar soal diam, melainkan merupakan wujud kasih dan penghormatan kepada orang tersebut.
Saat kita menjaga rahasia, kita sedang melindungi harga diri dan beban hidup sahabat kita. Karena itu, jika seseorang mempercayai kita dengan sebuah rahasianya, jagalah sebaik-baiknya. Jangan malah menggosipkannya.
Integritas adalah hal yang dituntut dari setiap kita orang percaya, jika kita tidak bisa dipercaya dalam hal kecil seperti curhat sahabat kita, bagaimana kita bisa dipercaya dalam perkara besar?
Amsal 16:28, "Orang yang curang menimbulkan pertengkaran, dan seorang pemfitnah menceraikan sahabat yang karib."
Orang yang suka bergosip menebar permusuhan dan merusak persahabatan. (TSI)
Troublemakers start fights; gossips break up friendships. (MSG)
Membocorkan rahasia yang perlu dijaga, sekalipun dengan dalih yang sepertinya terdengar baik, adalah dosa yang menghancurkan persekutuan, sebab lidah memiliki kuasa untuk membangun ataupun menghancurkan. Karena itu, manakah yang kita pilih, apakah ingin membawa damai, ataukah sebaliknya menimbulkan perselisihan?
Jadilah tempat yang aman untuk seseorang mencurahkan pergumulannya, miliki jiwa kawan yang setia dan sejati, jangan jadi "agen penyebar gosip". Sebaliknya, jika kita yang mengemban beban terlalu berat, bawalah dalam doa-doa pribadi kita kepada Tuhan melalui saat teduh berdua bersama-Nya, bukannya langsung menceritakannya kepada orang lain.
~ IHT