Melayani adalah panggilan setiap orang percaya.
1 Petrus 4 : 10
Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.
Namun dalam perjalanan pelayanan, tidak jarang kita merasa lelah, kecewa, bahkan kehilangan sukacita. Sehingga, ada yang melayani semata-mata kewajiban, ada yang melayani karena jabatan yang diemban, ada pula yang melayani karena ingin dilihat atau dipuji dan dihargai oleh orang lain.
Sesungguhnya, melayani bagi setiap orang percaya bukan sekadar tugas atau rutinitas di gereja. Melayani adalah panggilan iman bagi setiap orang percaya, respons syukur atas kasih karunia Tuhan Yesus Kristus yang terlebih dahulu melayani dan menebus kita di atas kayu salib. Melayani juga berbicara tentang kasih dan kepedulian kita kepada sesama. Dengan melayani, kita menjadi saluran berkat bagi orang lain, dan mereka dapat melihat atau merasakan kasih-Nya melalui hidup kita.
Melayani adalah kata kerja berasal dari kata ‘pelayan’, atau yang disebutkan dalam bahasa Indonesia padanan katanya adalah ‘hamba’. Rasul Paulus menyebut dirinya hamba Kristus Yesus dalam Roma 1 : 1, Dari Paulus, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah.
Hamba dalam bahasa Yunani disebut sebagai ‘doulos’. Kata ‘doulos’ berasal dari kata ‘deo’ yang berarti ‘mengikat’ merujuk pada seseorang yang mengikut Tuhan dengan suatu ketaatan penuh. Rasul Paulus dalam konteks ini, menempatkan dirinya sebagai seorang hamba Yesus Kristus di mana seluruh keberadaan dan seluruh hidupnya terikat dan milik Yesus Kristus. Rasul Paulus manyadari sepenuhnya makna atau esensi dari ‘doulos’ (hamba) Kristus dalam panggilan hidupnya sampai-sampai ia menyatakan, “Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan” (Filipi 1 : 21)
Dalam hidup kekristenan saat-saat ini, ada suatu kebanggaan secara rohani bagi orang-orang percaya di gereja mengenakan status sebagai hamba ataupun pelayan Tuhan. Pertanyaannya, apakah setiap kita yang mengaku sebagai hamba dan pelayan Tuhan, mengerti makna serta esensi dari dari status tersebut ?
Rasul Paulus di dalam pelayanannya memberitakan Injil, banyak mendapat aniaya dan intimidasi. Tetapi, seperti yang kita ketahui, ia tidak pernah menyerah, karena Paulus mengerti makna dan esensi dari statusnya sebagai hamba Kristus.
Mari belajar dari kehidupan rasul Paulus yang sudah memberikan teladan melalui ketaatan penuh kepada Tuhan Yesus, dan memberikan seluruh hidupnya untuk melayani Tuhan.
Prinsip Melayani yang mendatangkan Sukacita :
• Melayani sebagai respons syukur kita.
Hal pertama dasar kita dapat melayani dengan sukacita adalah kita menyadari sepenuhnya hanya oleh kasih karunialah kita diselamatkan. Kasih karunia adalah suatu pemberian kepada seseorang yang sesungguhnya tidak layak menerimanya. Dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus (Roma 3 : 24)
• Melayani dengan hati tulus.
Tuhan melihat kedalaman hati kita. Firman-Nya, Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia (Kolose 3 : 23)
Pelayanan yang besar di mata manusia belum tentu berkenan di hadapan Tuhan jika dilakukan dengan motivasi yang salah. Sebaliknya, pelayanan yang sederhana sungguh sangat berharga bila dilakukan dengan hati yang tulus.
• Melayani secara tidak egois
Filipi 2 : 3 - 4
Dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.
Sifat egois diartikan sebagai orientasi hidup yang terpusat pada diri sendiri, dengan mengutamakan kepentingan pribadi, tanpa memperhatikan kebutuhan ataupun kepentingan orang lain. Sikap egois sangat bertentangan dengan nilai-nilai kasih dan ajaran Tuhan Yesus.
Mungkin kita tahu tentang Laut Mati, mengapa disebut sebagai “Laut Mati” ? Laut mati terletak sekitar sekitar 416 meter di bawah permukaan laut, menjadikan Laut Mati adalah titik terendah di daratan. Semua air dari sungai-sungai mengalir ke Laut mati, sehingga kadar garam di Laut Mati itu sekitar 10 kali lipat lebih tinggi dibandingkan kadar garam di air laut biasa, kadar air garam di laut umumnya berkisar 3 sampai 4 persen, dan kadar garam di Laut Mati itu sekitar 33 (tiga puluh tiga) persen.
Kadar garam sangat tinggi ini menyebabkan tidak adanya kehidupan yang dapat bertahan di dalamnya. Laut Mati hanya dapat menampung air, tetapi tidak dapat mengalirkannya.
Jangan menjadi seperti Laut Mati yang menerima seluruh berkat dan kemurahan Tuhan hanya untuk diri sendiri saja, kita egois, dan menutup mata kepada orang-orang lain.
Bagaimana supaya tidak menjadi pribadi yang egois ? Sederhana, ikuti teladan Tuhan Yesus. Firman-Nya mengatakan, “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib” (Filipi 2 : 5 - 8)
• Melayani sesuai karunia yang Tuhan berikan.
Setiap orang memiliki karunia yang berbeda-beda. Tidak semua kita dipanggil untuk berdiri di mimbar, tidak semua kita dipanggil untuk memimpin pujian, tidak semua kita juga dipanggil untuk pelayanan di gereja, tetapi percayalah kita semua dipanggil untuk melayani-Nya sesuai dengan karunia kita masing-masing.
1 Korintus 12 : 4 - 5
Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh. Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan.
Pertanyaannya sekarang, apakah kita masih melayani dengan sukacita ? Apakah hati kita tetap tulus di hadapan Tuhan ? Berdoalah agar Roh Kudus memperbarui hati kita, supaya setiap pelayanan yang kita lakukan, kita bisa melakukannya atas dasar kasih, ketulusan, dan sukacita sejati. Sukacita dalam pelayanan bukan tergantung pada hasil atau pujian orang, tetapi pada kesadaran bahwa kita melayani Tuhan yang melihat hati kita.
Tuhan Yesus Memberkati
Kolekte
BCA Cab. Menara Ancol
ac 635.100.0101
an. GBI PRJ
Perpuluhan
BCA Cab. Menara Ancol
ac. 635.100.0101
an. GBI PRJ
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.371.7878
an. GBI PRJ
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.327.7878
an. GBI PRJ
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.316.7878
an. GBI PRJ
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.9777.133
an. GBI PRJ Pluit
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.8777.122
an. GBI PRJ Pluit
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.522.3030
an. GBI PRJ Mandarin Service
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Pembangunan
BCA Cab Thamrin
ac. 206.977.7575
an. GBI House Of Christ Revival
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.577.7272
an. GBI House Of Christ Revival
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.378.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.353.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.356.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.3800
an. GBI Intercon
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.5900
an. GBI Intercon
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.4300
an. GBI Intercon
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.013.9400
an. GBI St Moritz



