Dalam dunia ini banyak orang menjaga hal-hal berharga : Uang, emas, dan perhiasan disimpan di brankas, Rumah dipasang CCTV dan pagar yang kokoh, Mobil dipasang alarm untuk menghindari pencurian, Handphone diberi password. Tetapi firman Tuhan berkata bahwa ada sesuatu yang jauh lebih penting untuk dijaga, yaitu hati kita.
Amsal 4 : 23
Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.
Mengapa hati begitu penting ?Karena hati adalah pusat kehidupan manusia. Dari hati lahir pikiran, perkataan, keputusan, karakter, bahkan arah hidup kita.
Firman Tuhan mengatakan “Dari situlah terpancar kehidupan.” Hati ibarat mata air, jika sumber airnya bersih, maka alirannya juga bersih. Tetapi jika sumbernya tercemar, maka seluruh aliran-nya menjadi kotor dan tercemar juga.
Jika kita selalu menjaga hati kita bersih, maka aliran air yang keluar ke dalam kehidupan sehari-hari (perkataan, tindakan, dan sikap) juga akan bersih dan dapat dirasakan oleh orang-orang di sekitar kita.
Setiap hari bisa saja kita mengalami kekecewaan, gosip, fitnah, dan iri hati yang mencemarkan hati kita. Jika kita membiarkan "sampah-sampah" ini menumpuk tanpa pernah kita bersihkan dengan firman Tuhan dan pengampunan, maka perlahan-lahan aliran hidup kita akan menjadi keruh, perkataan kita penuh dengan keluhan, dan hidup kita kehilangan sukacita.
Hal-hal yang bisa merusak hati :
1. Kepahitan
Ibrani 12 : 15
Jagalah supaya jangan ada seorang pun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.
Kecewa pada orang lain atau keadaan yang disimpan terlalu lama akan membusuk dan merusak sukacita kita. Kepahitan itu ibarat kita sendiri yang meminum racun, tetapi berharap orang lain yang mati.
2. Kekuatiran
Manusia memiliki rasa kuatir adalah suatu kewajaran, yang tidak boleh adalah rasa kuatir berlebihan sampai menguasai seluruh pikiran dan hati kita.
Filipi 4 : 6
Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.
3. Iri hati
Iri hati timbul ketika kita merasa tidak senang melihat keberhasilan atau kelebihan yang dimiliki oleh orang lain. Kita bisa melihat dalam Bilangan 12 mengenai kisah Miryam dan Harun mengkritik Musa.
Bilangan 12 : 1 - 3
Miryam serta Harun mengatai Musa berkenaan dengan perempuan Kush yang diambilnya, sebab memang ia telah mengambil seorang perempuan Kush. Kata mereka: "Sungguhkah TUHAN berfirman dengan perantaraan Musa sajav? Bukankah dengan perantaraan kita juga Ia berfirman ? Dan kedengaranlah hal itu kepada TUHAN. Adapun Musa ialah seorang yang sangat lembut hatinya, lebih dari setiap manusia yang di atas muka bumi.
Dibalik kritik mereka, sebenarnya Miryam dan Harun iri hati terhadap kedudukan Musa sebagai seorang pemimpin yang dipakai Tuhan secara khusus. Permasalahan utamanya bukan kepada pernikahan Musa dengan seorang perempuan Kush, tetapi sikap iri hati Miryam dan Harun terhadap otoritas Musa. Iri hati sering menyamar sebagai kritikan yang kelihatan atau tampaknya benar, tetapi tujuan akhirnya adalah menjatuhkan.
4. Kesombongan
Penyakit hati yang paling mematikan adalah kesombongan. Ini adalah suatu sikap hati dimana kita merasa lebih baik, lebih suci, lebih mampu daripada orang lain, dan pelan-pelan kita mengandalkan diri sendiri dan merasa tidak lagi membutuhkan Tuhan.
Amsal 16 : 18
Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan.
Kesombongan menjauhkan kita dari anugerah Allah, karena Allah menentang orang yang sombong, tetapi mengasihi orang yang rendah hati (Yakobus 4 : 6)
Bagaimana cara kita menjaga hati ?
1. Isi hati dengan Firman Tuhan. Firman Tuhan adalah makanan rohani kita.
Matius 4 : 4
Tetapi Yesus Menjawab : Ada tertulis : Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.
Hati kita adalah cerminan dari apa yang sering kita lihat dan dengar. Di era media sosial, kita dibombardir oleh informasi, gosip, dan standar dunia yang keliru. Batasi konsumsi hal-hal yang tidak membangun. Isi pikiran kita dengan kebenaran firman Tuhan.
Filipi 4 : 8
Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.
2. Tidak menyimpan dendam atau akar pahit. Setiap kita pernah mengalami dikhianati, ditolak, difitnah, dan dilukai oleh orang lain, bagian kita adalah melepaskan pengampunan seperti Tuhan Yesus telah mengampuni kita.
Matius 6 : 14 - 15
Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.
Kita sudah menerima kasih karunia (pengampunan) dari Tuhan Yesus, maka kita juga harus mengampuni orang lain. Karena diri kita sendiri juga tidak sempurna dan sering berbuat kesalahan.
3. Memberi diri kita dipimpin oleh Roh Kudus. Bawalah hati kita ke hadapan Tuhan, seperti doa Daud dalam Mazmur 139 : 23 - 24, Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal !
Kita tidak mampu menjaga hati kita sendiri dengan kekuatan manusiawi kita. Kita lemah dan mudah goyah. Kita perlu Roh Kudus untuk memberi kita kepekaan saat hati kita mulai melenceng, mulai sombong, atau mulai membenci. Ketika kita mengizinkan Yesus menjadi Raja atas hati kita (dengan kata lain kita mau dipimpin oleh Roh Kudus), maka yang terpancar keluar dari hidup kita bukan lagi kepahitan atau kecemasan, melainkan aliran-aliran air hidup: kasih, sukacita, damai sejahtera, dan kebaikan yang memberkati orang-orang di sekitar kita.
Galatia 5 : 25
Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh.
Kerendahan hati bukan kelemahan, kerendahan hati adalah kekuatan rohani yang membuat seseorang dipakai Tuhan dengan luar biasa.
Tuhan Yesus Memberkati
Kolekte
BCA Cab. Menara Ancol
ac 635.100.0101
an. GBI PRJ
Perpuluhan
BCA Cab. Menara Ancol
ac. 635.100.0101
an. GBI PRJ
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.371.7878
an. GBI PRJ
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.327.7878
an. GBI PRJ
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.316.7878
an. GBI PRJ
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.9777.133
an. GBI PRJ Pluit
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.8777.122
an. GBI PRJ Pluit
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.522.3030
an. GBI PRJ Mandarin Service
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Pembangunan
BCA Cab Thamrin
ac. 206.977.7575
an. GBI House Of Christ Revival
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.577.7272
an. GBI House Of Christ Revival
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.378.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.353.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.356.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.3800
an. GBI Intercon
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.5900
an. GBI Intercon
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.4300
an. GBI Intercon
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.013.9400
an. GBI St Moritz



