📌 Ringkasan sebelumnya : Markus 15
Markus 15 menceritakan peristiwa pengadilan, penyaliban, kematian, dan penguburan Yesus Kristus. Pasal ini menjadi puncak penderitaan Yesus sebelum kebangkitan-Nya pada Markus 16.
Yesus dihadapkan kepada Pilatus
Pagi-pagi sekali, para imam kepala, tua-tua, ahli Taurat, dan seluruh Mahkamah Agama membawa Yesus kepada Pontius Pilatus. Mereka menuduh Yesus sebagai "Raja orang Yahudi." Pilatus tidak menemukan kesalahan yang layak dihukum mati, tetapi karena desakan orang banyak, ia membebaskan Barabas dan menyerahkan Yesus untuk disalibkan.
Yesus diolok-olok oleh tentara
Para prajurit membawa Yesus ke dalam istana, mengenakan jubah ungu kepada-Nya, memakaikan mahkota duri, lalu mengejek-Nya dengan berkata, "Salam, hai Raja orang Yahudi!" Mereka memukul, meludahi, dan menghina-Nya sebelum membawa-Nya ke tempat penyaliban.
Penyaliban Yesus
Dalam perjalanan menuju Golgota, Simon dari Kirene dipaksa memikul salib Yesus. Yesus disalibkan bersama dua orang penjahat. Di atas salib tertulis: "Raja Orang Yahudi." Orang-orang yang lewat, para pemimpin agama, dan kedua penjahat mencela serta mengejek-Nya.
Kematian Yesus
Pada tengah hari, kegelapan meliputi seluruh negeri selama tiga jam. Menjelang wafat-Nya, Yesus berseru: "Eloi, Eloi, lama sabakhtani?" ("Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?")
Kemudian Yesus mengembuskan napas terakhir. Pada saat itu Tabir Bait Allah terbelah dua dari atas ke bawah. Seorang kepala pasukan Romawi mengakui: "Sungguh, orang ini adalah Anak Allah." Beberapa perempuan, termasuk Maria Magdalena, tetap setia menyaksikan dari kejauhan.
Penguburan Yesus
Menjelang hari Sabat, Yusuf dari Arimatea dengan berani meminta jenazah Yesus kepada Pilatus. Ia membungkus tubuh Yesus dengan kain lenan dan membaringkan-Nya di dalam kubur yang dipahat pada bukit batu, kemudian menutup pintu kubur dengan sebuah batu besar. Maria Magdalena dan Maria, ibu Yoses, melihat tempat Yesus dimakamkan.
Pelajaran utama Markus 15
* Yesus adalah Anak Domba Allah yang rela mati sebagai korban penebusan bagi dosa manusia.
* Kasih Allah dinyatakan melalui salib. Yesus menanggung hukuman yang seharusnya ditanggung manusia.
* Yesus tetap taat kepada kehendak Bapa meskipun harus mengalami penderitaan yang sangat berat.
* Salib menjadi jalan menuju keselamatan, bukan tanda kekalahan, melainkan kemenangan atas dosa.
📖 Pengantar Markus 16
Markus 16 membuka babak baru yang penuh pengharapan. Pada pagi hari pertama minggu itu, beberapa perempuan datang ke kubur untuk meminyaki tubuh Yesus, tetapi mereka mendapati bahwa batu penutup kubur telah terguling dan kubur itu kosong.
Di sinilah inti Injil dinyatakan: Yesus tidak tinggal di dalam kubur, melainkan bangkit dari antara orang mati. Kebangkitan-Nya membuktikan bahwa Ia benar-benar Anak Allah, bahwa kuasa dosa dan maut telah dikalahkan, dan bahwa keselamatan yang dijanjikan Allah telah digenapi.