Paskah mengingatkan kita akan kasih Allah yang dinyatakan melalui pengorbanan Kristus di salib (Yohanes 3 : 16). Hari ini, kita merenungkan tema ‘Costly Discipleship’ (Pemuridan yang Mahal) dengan melihat karya penebusan Kristus, serta panggilan untuk memuridkan orang lain, dan relevansinya bagi kehidupan kita.
Bayangkan, seorang anak berpotensi besar, tetapi terjebak di “lingkungan yang salah”. Banyak orang menyerah pada keadaannya, namun orangtua atau ayah dan ibunya tidak, mereka rela mengorbankan segalanya demi mengubah masa depan anaknya, membawanya dari kesia-siaan menuju harapan. Karena setiap perubahan besar selalu ada harga yang harus dibayar.
Kehidupan manusia yang sia-sia (Kebangkrutan Rohani) :
1 Petrus 1 : 18a
Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu.
- Hidup yang sia-sia adalah hidup tanpa arah kekekalan, terjebak pada uang, status, dan kesenangan. Dari luar terlihat berhasil, tetapi sebenarnya kosong serta terpisah dari Allah (Yesaya 59 : 2; Kolose 1 : 21).
- Dosa sebagai warisan, bukan hanya pilihan pribadi, tetapi pola hidup yang diturunkan dan membentuk cara berpikir, nilai-nilai, dan kebiasaan yang menjauhkan manusia dari Tuhan (Roma 3 : 23).
- Kebangkrutan rohani berarti manusia tidak mampu menyelamatkan dirinya sendiri, tidak punya “modal rohani”, dan tidak bisa menebus atau membayar utang dosa. Keselamatan hanya oleh kasih karunia, bukan usaha manusia (Efesus 2 : 8 - 9).
Dengan darah yang mahal (“Investasi” Termahal Sang Pencipta)
1 Petrus 1: : 8b - 19
Bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.
- “Bukan dengan barang fana“ : Semua yang dunia tawarkan seperti uang, usaha, moralitas belaka, tidak akan mampu menyelesaikan masalah dosa. Tidak ada nilai-nilai dunia yang sesungguhnya bisa menebus jiwa kita dari dosa.
- “Darah yang mahal” : Penebusan itu tidak murah, harganya nyawa! Ini menunjukkan betapa seriusnya dosa di hadapan Allah !
- “Darah Kristus“ : Keselamatan bersifat personal, bukan sistem. Bukan agama atau ritual, tetapi Pribadi Yesus sendiri yang datang menebus.
- “Anak domba tak bernoda” : Standar Allah sempurna. Kita tidak layak, tetapi Kristus yang sempurna menggantikan kita.
Intinya, nilai hidup kita bukan ditentukan dunia, tetapi oleh harga penebusan; juga bukan emas atau usaha manusia semata, melainkan oleh darah Yesus Kristus (1 Petrus 1 : 19).
Harga yang mahal dari takhta kemuliaan sampai penyaliban Yesus
Filipi 2 : 6 - 8
Yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
- Melepaskan Hak : Kristus, yang setara dengan Allah, tidak mempertahankan hak-Nya, tetapi dengan sukarela merendahkan diri demi menyelamatkan manusia (Filipi 2 : 6).
- Mengosongkan Diri (‘Kenosis’) : Ia mengambil rupa manusia, hidup dalam keterbatasan dan penderitaan, untuk menjangkau dan menebus manusia (Filipi 2 : 7).
- Taat sampai mati di salib : Ketaatan-Nya total, sampai mati di kayu salib, menjadi puncak pengorbanan bagi manusia (Filipi 2 : 8).
Bagaimana respons kita setelah mengetahui “The Cost” (Harga) yang dibayarkan oleh Allah untuk menebus manusia ?
Jika benar-benar memahami bahwa kita telah ditebus dengan harga yang sangat mahal, bukan dengan emas atau perak, tetapi dengan darah Kristus, maka hidup tidak bisa lagi dijalani dengan cara yang sama. Penebusan bukan hanya menyelamatkan kita dari dosa, tetapi juga mengubah arah hidup kita.
Cost of Discipleship oleh Dietrich Bonhoeffer :
Dietrich Bonhoeffer, teolog dan pendeta dari Jerman yang hidup di masa rezim Nazi, ketika gereja banyak berkompromi dan kehilangan keberanian untuk berdiri dalam kebenaran, ia menolak tunduk pada ideologi yang menyimpang dari Injil, hingga akhirnya ditangkap dan mati sebagai martir pada tahun 1945.
Dalam tekanan masa itulah, ia menulis ‘The Cost of Discipleship’, sebuah karya teologi yang sangat berpengaruh hingga hari ini. Dalam bukunya, ia membedakan ‘cheap grace’ yaitu anugerah tanpa pertobatan dan tanpa perubahan hidup, dengan ‘costly grace’, yaitu anugerah yang lahir dari pengorbanan Kristus dan menuntut respons hidup. Intinya tegas, anugerah memang gratis, tetapi tidak pernah murahan.
Ia melihat gereja kehilangan esensi Injil, iman menjadi sekadar identitas tanpa transformasi. Karena itu, ia menulis untuk membangunkan gereja: mengoreksi penyalahgunaan anugerah, mengembalikan pemuridan sejati, dan menegaskan bahwa mengikut Kristus selalu ada harga.
Pada zamannya, gereja berkompromi dengan kekuasaan dan memilih kenyamanan daripada ketaatan. Dan jika jujur, kondisi hari ini tidak jauh berbeda, iman direduksi menjadi rutinitas dan sarana sukses. Banyak orang ingin diselamatkan tanpa pertobatan, dan diberkati tanpa ketaatan. Itulah sebabnya, pesan tetap tajam: Injil sejati bukan hanya menyelamatkan, tetapi mengubah hidup.
“When Christ calls a man, He bids him come and die,” ketika Kristus memanggil seseorang, Ia memanggilnya untuk datang dan mati. (Dietrich Bonhoeffer)
Tragedi “Cheap Grace” (Anugerah Murahan) : Penolakan terhadap salib dan pertobatan :
• Penolakan untuk menderita
Ingin kemuliaan tanpa salib, dan menghindari penderitaan, sehingga kekristenan menjadi nyaman, bukan transformasional.
• Keengganan membayar harga
Menganggap anugerah tanpa konsekuensi, tidak mau berubah, dan menjadikannya sekadar “tiket keselamatan”.
• Alergi terhadap pemuridan
Menerima Yesus sebagai Penyelamat, tetapi menolak Dia sebagai Tuhan; imannya berhenti di konsep, bukan melalui ketaatan.
• Ketiadaan pertobatan nyata
Pengakuan tanpa perubahan; dosa tetap dipelihara, sehingga tidak ada pertobatan yang sejati.
Dari ‘Costly Grace’ menuju pemuridan yang sejati.
Filipi 3 : 10
Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya.
- Mengenal Dia (‘Ginosko’)
Bukan sekadar tahu tentang Kristus, tetapi relasi pribadi yang intim hidup bersama Dia setiap hari.
- Kuasa Kebangkitan-Nya
Kuasa Kristus bekerja dalam kita, memberi kemenangan atas dosa, dan menghasilkan hidup baru yang nyata.
- Persekutuan dalam Penderitaan
Mengikut Kristus berarti siap menderita, melalui itu kita dibentuk semakin serupa dengan Dia.
- Menjadi Serupa dalam Kematian-Nya
Mematikan ego dan menyerahkan hidup sepenuhnya, sehingga Kristus hidup di dalam kita. Tujuan akhir : Bukan sekadar mengikuti dari luar, tetapi mengalami transformasi dari dalam, hingga hidup mencerminkan Kristus.
Bukti bahwa Yesus benar-benar bangkit dan hidup dalam hidup :
Buktinya adalah kita, hidup yang diubahkan oleh kuasa kebangkitan Kristus. Kebangkitan Yesus bukan sekadar cerita atau doktrin, tetapi nyata dalam hidup yang berubah, seperti :
• dari manusia lama yang terikat dosa, menjadi manusia baru yang hidup dalam terang
• dari hidup yang dikuasai ego, menjadi hidup yang dipimpin oleh Kristus
• Perubahan ini terlihat jelas melalui tanda-tanda nyata, yaitu :
- ada perubahan arah hidup, bukan sekadar niat;
- ada kemenangan atas dosa, bukan terus dikalahkan;
- ada kerinduan untuk taat, bukan hanya mengetahui firman;
- muncul buah hidup seperti kasih, kerendahan hati, dan kekudusan
Hidup yang diubahkan dan bertransformasi secara total dikarenakan Kristus.
Galatia 2 : 20
Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.
Take Home Messages :
• Kita berharga bukan karena siapa kita, tetapi karena karya penebusan Kristus. Saat kita masih hidup dalam dosa dan kesia-siaan, Allah yang terlebih dahulu mengasihi dengan menebus kita dari dosa, membayarnya lunas dengan darah Kristus.
• Costly Discipleship adalah respons serius terhadap anugerah Allah. Bukan sekadar percaya, tetapi menyerahkan seluruh hidup untuk taat kepada Kristus, berapa pun “harganya” yang harus kita bayar.
• Costly grace melahirkan costly discipleship, yaitu: Hidup yang selaras dengan Kristus, mengenal Dia (‘Ginosko’), mengalami kuasa kebangkitan-Nya, bersekutu dalam penderitaan-Nya (Filipi 3 : 10), dan berjalan sama seperti Dia telah hidup.
• Tujuan Akhir ‘Costly Discipleship’ adalah Pemuridan untuk Menjadi Serupa seperti Kristus.
Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo sering mengingatkan, sesuai 1 Yohanes 2 : 6, “Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.”
Tuhan Yesus Memberkati
Kolekte
BCA Cab. Menara Ancol
ac 635.100.0101
an. GBI PRJ
Perpuluhan
BCA Cab. Menara Ancol
ac. 635.100.0101
an. GBI PRJ
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.371.7878
an. GBI PRJ
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.327.7878
an. GBI PRJ
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.316.7878
an. GBI PRJ
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.9777.133
an. GBI PRJ Pluit
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.8777.122
an. GBI PRJ Pluit
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.522.3030
an. GBI PRJ Mandarin Service
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Pembangunan
BCA Cab Thamrin
ac. 206.977.7575
an. GBI House Of Christ Revival
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.577.7272
an. GBI House Of Christ Revival
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.378.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.353.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.356.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.3800
an. GBI Intercon
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.5900
an. GBI Intercon
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.4300
an. GBI Intercon
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.013.9400
an. GBI St Moritz



