1 Petrus 3:1-5
Hidup bersama suami isteri -- Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan isterinya, jika mereka melihat, bagaimana murni dan salehnya hidup isteri mereka itu. Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah, tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah. Sebab demikianlah caranya perempuan-perempuan kudus dahulu berdandan, yaitu perempuan-perempuan yang menaruh pengharapannya kepada Allah; mereka tunduk kepada suaminya.
Latar belakang dari pesan firman Tuhan ini berbicara mengenai petunjuk dan pengajaran kepada jemaat Kristen tentang bagaimana mereka harus hidup sebagai orang Kristen di tengah masyarakat yang tidak percaya.
Dalam konteks ayat di atas, Petrus menulis tentang bagaimana istri-istri harus hidup dengan suami-suami mereka yang tidak percaya. Petrus menekankan pentingnya hidup yang baik dan menunjukkan kasih Allah, serta hormat kepada suami-suami mereka, sehingga suami-suami mereka itu dapat dimenangkan bagi Kristus.
Sebelumnya, saya ingin menyampaikan suatu dilema:
• Yang pertama, berbicara awal pernikahan, cinta itu tidak bisa mendeteksi apakah pasangan kita sudah memiliki hubungan pengenalan yang benar dengan Tuhan.
Kalau orang merasa sudah jatuh cinta, terutama wanita yang sering main perasaan, akan menganggap pasangannya bisa membawa pada kebahagiaan melalui pernikahan. Tetapi, tidak bisa mendeteksi betapa dalamnya ataukah dangkalnya hubungannya dengan Tuhan, sebab hanya melihat dari sisi cocok atau tidak cocok.
• Yang kedua, cinta itu hanya bisa melihat bagian luar kerohanian pasangan kita, seperti contohnya aktivitas rohani.
Bisa saja seorang mengaku sudah percaya Yesus, rajin ke gereja, dan melayani. Tetapi, tanpa ada hubungan yang intim dengan Tuhan. Kebanyakan orang hanya melihat dari sisi aktivitas rohani, lalu menilai dan menganggap orang lain itu bisa menjadi imam yang baik, bisa memimpin keluarga nanti saat menikah. Tetapi, ternyata tidak bisa dideteksi ketika sedang jatuh cinta.
• Yang ketiga, ketika menikah, barulah kelihatan seberapa dalam sebenarnya hubungan seseorang dengan Tuhan dan terlihat juga bagaimana ketaatannya pada firman.
Dalam konflik suami-istri, sering terjadi penolakan ketika firman disampaikan. Ini terjadi karena tidak ada hubungan dengan Tuhan, sehingga tidak mengerti dan tidak percaya pada firman. Inilah yang akan membuat konflik menjadi panjang.
Karena itu, khususnya bagi muda-mudi yang akan menikah, tolong diperhatikan. Menikah dengan orang yang "Kristen" belum tentu dia benar-benar percaya dan taat pada firman Tuhan.
Kembali pada tema utama kita, ada tiga poin atau kunci untuk bisa memenangkan suami ketika kita sudah menikah:
1. Yang pertama, untuk memenangkan suami yang tidak percaya, penundukan itu perlu, dan dilakukan tanpa perkataan (1 Petrus 3:1-2).
Kita harus menunjukkan kasih Kristus melalui tindakan, bukan kata-kata. Karena laki-laki jika terlalu banyak dinasihati dengan kata-kata, justru bisa merasa terganggu, bahkan marah. Maka, kita harus menjadi teladan melalui tindakan nyata. Kasih Allah dinyatakan melalui penundukan kita, khususnya yang sebagai istri, kepada suami.
Dr. Gary Chapman mengatakan bahwa kasih yang sejati tidak hanya berbicara, tetapi juga bertindak. Tindakan itu berbicara lebih keras sebenarnya daripada kata-kata kita. Jadi, dengan tindakan dan ketaatan kita tunduk kepada suami, itu akan membuat suami melihat kita ini seorang istri yang benar-benar takut akan Tuhan.
Jadi, untuk memenangkan suami yang belum percaya, tidak bisa hanya dengan perkataan, tetapi dengan tindakan kasih yang nyata melalui penundukan diri yang tulus serta murni kepada suami.
2. Yang kedua, untuk memenangkan suami adalah perhiasan batiniah, yaitu sifat dari dalam hati seperti kelembutan dan ketenangan (1 Petrus 3:3-4).
Suami bisa berubah ketika menghadapi istri yang lemah lembut dan tenang. Karena itu, kalau ada istri-istri yang masih bergumul tentang suaminya yang belum percaya, bahkan yang tidak percaya pada firman, berikanlah kepada mereka kelembutan yang dari dalam hati kita.
Dr. John Piper mengatakan bahwa kekuatan sejati bukanlah pada penampilan luar, melainkan pada hati yang lembut dan tenang. Jadi, hati-hati, sebab banyak sekali laki-laki atau suami-suami justru mereka jatuh dalam dosa di luar sana, karena di luar ada “kelembutan”, tetapi kelembutan yang palsu. Karena itu, kalau seorang istri bisa memberikan kelembutan, ketenangan untuk suaminya, ini adalah satu senjata untuk memenangkan mereka supaya percaya kembali kepada Tuhan, serta taat pada firman.
Jadi, senjata yang ampuh memenangkan hati suami ialah dengan kekuatan dari dalam, yaitu hati yang sudah dipenuhi sifat-sifat Allah Roh Kudus yang lembut dan tenteram.
3. Yang ketiga, untuk memenangkan suami adalah menaruh pengharapan penuh kepada Tuhan (1 Petrus 3:5).
Bukan karena kekuatan kita, tetapi karena kuasa Tuhan. Hanya Tuhan yang bisa menjamah hati dan menyelamatkan, melembutkannya, bahkan membuat dia bertobat kembali kepada Tuhan.
Kisah Para Rasul 4:12
Dan keselamatan tidak ada di dalam siap pun juga selain di dalam Dia. Sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.
Karena itu, istri-istri yang masih bergumul, taruhlah pengharapan kita hanya kepada Tuhan. Tuhan yang akan melembutkan hati suami dan membawa dia kembali kepada-Nya. Jangan putus asa.
Take home messages:
• Memenangkan suami tidak dengan kata-kata, tetapi dengan tindakan kasih.
• Senjata ampuh adalah hati yang lembut dan tenteram.
• Pengharapan harus kepada Tuhan.
Tuhan Yesus memberkati
Kolekte
BCA Cab. Menara Ancol
ac 635.100.0101
an. GBI PRJ
Perpuluhan
BCA Cab. Menara Ancol
ac. 635.100.0101
an. GBI PRJ
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.371.7878
an. GBI PRJ
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.327.7878
an. GBI PRJ
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.316.7878
an. GBI PRJ
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.9777.133
an. GBI PRJ Pluit
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.8777.122
an. GBI PRJ Pluit
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.522.3030
an. GBI PRJ Mandarin Service
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Pembangunan
BCA Cab Thamrin
ac. 206.977.7575
an. GBI House Of Christ Revival
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.577.7272
an. GBI House Of Christ Revival
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.378.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.353.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.356.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.3800
an. GBI Intercon
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.5900
an. GBI Intercon
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.4300
an. GBI Intercon
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.013.9400
an. GBI St Moritz



