Kita mungkin sering berpikir bahwa bergerak maju adalah salah satu pilihan di antara banyak pilihan lainnya, terutama di tengah ketidakpastian serta berbagai hal yang terjadi di dunia. Namun, firman Tuhan menunjukkan bahwa bagi umat-Nya, bergerak maju bukanlah sebuah opsi, melainkan itu adalah keharusan khususnya dalam iman.
Kejadian 32:1–2
Yakub melanjutkan perjalanannya, lalu bertemulah malaikat-malaikat Allah dengan dia. Ketika Yakub melihat mereka, berkatalah ia: "Ini bala tentara Allah." Sebab itu dinamainyalah tempat itu Mahanaim.
Di tengah ketidakpastian, Yakub ketika ia harus bertemu dengan Esau kakaknya yang pernah ia rugikan ataupun tipu, Tuhan menunjukkan bahwa ia tidak sendirian. Malaikat-malaikat Allah bertemu dengan Yakub. Dalam ketakutan dan tekanan, Yakub melihat realitas rohani ataupun perkara supernatural dan surgawi, yaitu Allah beserta dengan segenap pasukan-Nya.
Mungkin demikian juga dengan kita saat ini, ada begitu banyak beban yang merintangi untuk bergerak maju, dan menyebabkan terbelenggu, makin merosot, dan sulit mengalami kemenangan. Misalnya, ketakutan akan masa depan, “bagasi luka” masa lalu, kekecewaan, dosa yang belum diselesaikan, trauma, ataupun rasa takut akan penolakan, serta lainnya.
Semua ini juga mungkin menyebabkan kita sulit mengalami kedamaian serta ketenangan. Kita mungkin ingin berhenti, mundur, ataupun hanya berputar-putar di tempat yang sama. Namun, firman Tuhan mengingatkan untuk kita terus melangkah maju bersama-Nya, dan pertolongan-Nya. Terutama, karena kita menjadi saksi bagi banyak orang.
Karena itu, jangan hanya berdiam saja, supaya kita dapat mengalami perkara-perkara rohani, hal-hal yang ajaib dan dahsyat, serta mujizat apabila kita melanjutkan perjalanan di tengah ketidakpastian, pergumulan, proses dari Tuhan, ataupun situasi-situasi apa pun. Situasi mungkin boleh saja sama, namun dengan mata rohani yang dibukakan oleh Tuhan, kita akan memiliki pola pandang yang berbeda dan sikap hati yang berubah (Kejadian 32:27-28).
Ibrani 12:1–2
Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.
Iman bukan hanya tentang memulai, tetapi tentang bertahan dan terus melangkah. Firman Tuhan di atas ini mengingatkan kita bahwa kita tidak sendirian. Tanggung jawab kita adalah menanggalkan segala sesuatu yang membebani dan menghalangi. Jangan memiliki iman yang pasif, melainkan pengalaman pribadi bersama Tuhan yang terus bertumbuh, perjumpaan yang nyata dengan Dia, serta transformasi rohani. Sebab, kekristenan bukanlah sekadar agama, melainkan praktik iman dalam kehidupan sehari-hari.
Jika mata kita tertuju pada besarnya masalah atau beratnya beban, kita akan terjatuh. Tetapi, jika mata kita tertuju kepada Yesus, maka kita akan diberi kekuatan untuk terus melangkah. Dan jangan biarkan kegagalan-kegagalan yang pernah kita alami membuat kita berhenti melangkah maju.
• Tidak Stagnasi
Tuhan tidak memanggil kita untuk berhenti di tempat atau mengalami stagnasi secara rohani. Tidak stagnasi berarti: Tetap bertumbuh, tetap melayani, tetap berharap, tetap percaya. Stagnasi merupakan “bom waktu” untuk mengalami kemunduran.
Ketika kita tidak bergerak maju, secara rohani kita mulai mundur. Stagnasi adalah musuh dari iman yang hidup dan konsistensi dalam Tuhan. Apakah kita masih konsisten dalam melakukan saat teduh, pembacaan firman Tuhan, hubungan pribadi dengan Tuhan, jam-jam doa, serta mezbah doa bersama keluarga kita? Masihkah kita setia membangun kehidupan rohani kita? Masihkah kita terkoneksi dengan Tuhan, dan bukannya semata-mata dengan hal-hal yang duniawi?
• Berorientasi ke Masa Depan
Orang percaya dipanggil untuk hidup dengan orientasi masa depan, bukan karena kita tahu apa yang akan terjadi, tetapi karena kita tahu Siapa yang memegang masa depan kita.
Masa depan bukanlah ancaman, tetapi panggilan untuk terus berjalan dalam penyertaan Tuhan. Seperti Yakub dan hamba-hamba-Nya yang terus melangkah maju, kita pun melangkah menuju janji-janji Allah yang pasti digenapi oleh-Nya. Sebab Tuhan Allah kita setia.
Amsal 4:25
Biarlah matamu memandang terus ke depan dan tatapan matamu tetap ke muka.
Marilah menanggalkan beban dan dosa yang merintangi. Sebab, jika kita masih suka dan hidup dalam dosa, kita akan sulit untuk melangkah maju, tidak mau hidup dalam kebenaran ataupun kekudusan, serta tidak mencintai firman Tuhan, sekalipun tampaknya dari luar semuanya baik-baik saja.
Jangan biarkan ketidakpastian menghentikan langkah iman kita. Cek juga koneksi ataupun pergaulan kita. Lupakanlah masa lalu, dan tidak menoleh ke belakang ataupun kembali ke cara hidup manusia lama kita. Arahkan mata kita kepada Yesus, dan teruslah bergerak maju, karena Tuhan Allah menyertai kita sampai garis akhir hidup kita. Ia merancang hari depan yang penuh dengan pengharapan. Fokuslah pada panggilan hidup kita yang dari-Nya.
Yesaya 43:18-19
Firman-Nya: "Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala! Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara.”
Jadi, maukah kita untuk terus melangkah dan bergerak maju?
Tuhan Yesus Memberkati
Kolekte
BCA Cab. Menara Ancol
ac 635.100.0101
an. GBI PRJ
Perpuluhan
BCA Cab. Menara Ancol
ac. 635.100.0101
an. GBI PRJ
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.371.7878
an. GBI PRJ
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.327.7878
an. GBI PRJ
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.316.7878
an. GBI PRJ
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.9777.133
an. GBI PRJ Pluit
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.8777.122
an. GBI PRJ Pluit
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.522.3030
an. GBI PRJ Mandarin Service
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Pembangunan
BCA Cab Thamrin
ac. 206.977.7575
an. GBI House Of Christ Revival
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.577.7272
an. GBI House Of Christ Revival
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.378.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.353.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.356.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.3800
an. GBI Intercon
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.5900
an. GBI Intercon
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.4300
an. GBI Intercon
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.013.9400
an. GBI St Moritz



