📌 Ringkasan sebelumnya : Yehezkiel 7
Berita penghukuman atas kota Yerusalem ini dibagi menjadi tiga bagian. Dua yang pertama menegaskan kesudahan yang tidak terelakkan akan menimpa kota tersebut, yaitu berupa bencana, malapetaka, dan huru-hara.
Tuhan akan mencurahkan amarah-Nya karena perbuatan jahat mereka. Ditutup dengan pernyataan bahwa Tuhan tidak lagi menyayangi mereka.
Berita ketiga dimulai dengan pernyataan akan hari Tuhan yang akan datang menimpa Yerusalem. Hari Tuhan disebut juga sebagai hari kemurkaan-Nya.
Kemurkaan Tuhan melanda mereka, membuat kacau berbagai aspek kehidupan masyarakatnya. Keadaan ekonomi mereka akan tergoncang.
Ketakutan akan teror melanda mereka baik di dalam maupun di luar kota. Mereka akan menyadari kesia-siaan ibadah palsu mereka.
Bahkan mereka akan ketakutan dan kebingungan karena ketidak-berdayaan para pemimpin mereka.
Penghukuman Tuhan tidak berlebihan. Berulang kali disebutkan bahwa penghakiman Tuhan adalah selaras dengan perbuatan keji mereka.
Apalagi belas kasih dan pengampunan-Nya jauh melampaui keberdosaan umat-Nya. Kita patut bersyukur pada Tuhan.
Di balik ketegasan hati Tuhan untuk menghukum mereka, ada tujuan mengajar yaitu supaya mereka tahu bahwa Dialah TUHAN, Allah Perjanjian mereka. Tuhan tetap setia walaupun mereka tidak setia.
Karena itu, bila kita sudah menyadari kasih setia-Nya yang dinyatakan lewat Kristus, jangan lagi kita tetap tidak setia!
📖  Pengantar Yehezkiel 8
Umat TUHAN, jangan bangkitkan murka-Nya! Baik laki-laki atau perempuan, dari kalangan umat bahkan pemimpin umat, para hamba TUHAN. Sesulit apa pun situasi yang kita hadapi, ingatlah bahwa TUHAN tidak pernah meninggalkan kita. Ia selalu memperhatikan kita.