📌 Ringkasan sebelumnya :  Yehezkiel 18
Â
Ada dua hal yang membuat Tuhan marah kepada umat Israel. Pertama, karena penyembahan berhala. Kedua, karena ketidakadilan sosial.
Persoalan ketidakadilan sosial mengambil porsi yang lebih besar dalam kemurkaaan Allah. Tampak dalam pasal ini, tertulis berulang kali tentang perbuatan menindas orang lain.
Hampir seluruh isi dari perikop ini mencontohkan tentang perbuatan-perbuatan menindas yang menjadi dasar kemurkaan Allah.
Seruan pertobatan yang Allah maksudkan adalah seruan agar setiap orang hidup di dalam kebenaran dan keadilan. Orang yang bertobat dan tidak lagi menindas orang lain akan hidup, sedangkan orang yang melakukan ketidakadilan sosial akan mati.
Hal itu jugalah yang menjadi salah satu alasan utama Yesus datang ke dunia, yakni menghadirkan surga di bumi ini. Yesus mengatakan dengan tegas bahwa bukan setiap orang yang berseru-seru kepada-Nya yang akan masuk ke kerajaan surga, melainkan setiap orang yang melakukan kehendak Bapa.
Apa yang dimaksud dengan kehendak Bapa? Kehendak Bapa adalah hidup di dalam kebenaran dan keadilan.
📖 Pengantar Yehezkiel 19
TUHAN telah memerintahkan agar Israel taat, menyerahkan diri kepada Babel untuk menghindari pemusnahan. Tetapi, mereka gagal sehingga harus dibuang bersama pemimpinnya ke Babel. TUHAN menyatakan bahwa kehancuran Israel disebabkan oleh tindakan para pemimpinnya yang tidak mau taat kepada-Nya. Para raja sibuk mengikuti keinginan hatinya sendiri sehingga seluruh bangsa menjadi tidak taat dan ikut melawan TUHAN.