📌 Ringkasan sebelumnya : Yehezkiel 21
Yehezkiel 21 berbicara tentang kehancuran bangsa dan tanah Israel. Jika dalam nas sebelumnya, murka Allah dilukiskan dengan kiasan "api", maka dalam perikop ini amarah Tuhan digambarkan seperti "pedang pembunuh". Istilah "api" dan "pedang" memiliki fungsi yang sama, yakni memusnahkan dan membunuh. Allah menggunakan kata "pedang" untuk memperlihatkan bahwa diri-Nya mengangkat bendera perang. Artinya, Allah akan melenyapkan umat-Nya, baik orang benar maupun orang fasik.
Cara Allah membinasakan umat-Nya dengan memakai kerajaan Babilonia. Allah memakai tangan Si Pembunuh, yaitu raja Babel, menjadi pedang penghakiman dan kematian bagi umat Israel. Tajamnya pedang Allah diibaratkan berkilau seperti petir.
Saking hebatnya penderitaan yang bakal dialami bangsa Israel, Allah memerintahkan Yehezkiel mengerang kesakitan dan berkabung. Sebab pedang kematian Allah akan membabat orang-orang fasik. Allah melakukan pembersihan sampai tuntas agar tidak ada satu pun kefasikan yang tersisa bagi bangsa Israel.
Walau seluruh wilayah Israel telah dihancurkan Allah menjadi puing-puing, namun Ia mampu membangun kembali kerajaan Daud dari timbunan puing tersebut. Kerajaan itu Allah titipkan untuk sementara waktu bagi mereka yang setia kepada-Nya sampai tiba ahli waris yang sejati untuk mengambil alih kuasa dan memerintah kerajaan tersebutÂ
📖 Pengantar Yehezkiel 22
Tuhan tidak pernah tahan melihat kejahatan yang dilakukan oleh manusia dan Dia tidak menutup mata. Dia selalu tahu segala tindakan yang dilakukan oleh manusia ciptaan-Nya. Tak satu pun manusia akan luput dari pengamatan-Nya.
Ketika Tuhan mengamati, bukan berarti Tuhan mencari-cari kesalahan umat-Nya. Justru dengan mengamati umat-Nya, Tuhan berharap akan selalu ada orang benar di tengah-tengah umat-Nya, sehingga Dia bisa memberikan pengampunan.