📌 Ringkasan sebelumnya : Yehezkiel 29
Kebesaran Mesir dan kesombongannya adalah awal kejatuhan. Pasal 29-32 penuh nubuatan mengenai Mesir. Mesir memiliki peranan penting dalam percaturan politik internasional. Pengaruhnya begitu kuat pada tahun-tahun menjelang kehancurannya, khususnya terhadap Yehuda.
Menurut Yehezkiel, Nebukadnezar adalah tangan kepanjangan Allah untuk menghukum Yehuda yang terus menerus melawan Allah. Segala sesuatu yang menghalangi Nebukadnezar sebagai alat untuk menghukum Yehuda, berarti mengganggu rencana Tuhan. Mesir menjadi saingan Babel untuk menduduki Palestina, yang merupakan 'jembatan' strategis di timur tengah.
Hukuman Allah pada Mesir datang dalam dua bagian di pasal ini, yaitu di ayat 1-16 dan 17-21. Di bagian pertama, Allah menghukum pemimpin Mesir, Firaun, yang dipanggil sebagai buaya yang besar. Allah akan menghancurkan Firaun yang sombong. Firaun akan dilemparkan ke padang gurun dan dimakan oleh binatang liar. Firaun akan menjadi lemah karena Allah sebenarnya yang berkuasa atas mereka. Allah akan membuat Mesir tidak berkuasa lagi.
Melalui semua itu Allah ingin menunjukkan bahwa Dialah Allah yang berkuasa atas Mesir dan seluruh bangsa. Dialah Allah yang harus disembah. Kedua, hukuman terhadap Mesir ini merupakan upah bagi Nebukadnezar. Mesir akan dikalahkan oleh Babel. Babel akan memperoleh kekayaan Mesir dan segala kekuasaan di bawah Mesir. Babel menjadi tangan kanan Allah untuk menunjukkan kuasa Allah sebagai Pencipta dan Penguasa dunia yang berdaulat terhadap siapa pun yang melawan Dia.
Mesir adalah lambang kekuatan dan kejayaan pada zamannya. Namun yang dilihat manusia bukanlah kekuatan sebenarnya. Allah adalah sumber kekuatan sejati yang abadi, kekal, dan absolut. Di dalam Yesus Kristus, kehadiran Allah yang Maha Kuasa ini telah nyata. Kita dipanggil untuk tunduk pada kekuatan dan kehadiran Allah ini.
📖 Pengantar Yehezkiel 30
Ketika sebuah kerajaan berjaya, tampaknya kerajaan itu begitu kuat dan tidak terkalahkan. Namun, sebesar apa pun suatu kerajaan, di balik itu Allahlah yang mengangkatnya. Karena itu, Allah dengan mudah dapat membinasakannya. Sejarah akan berjalan sesuai dengan kehendak Allah. Demikian pula, Tuhan menghancurkan Mesir yang sombong dengan memakai Babel sebagai alat penghancuran-Nya