📌 Ringkasan sebelumnya : Yehezkiel 40
Empat belas tahun telah berlalu setelah kejatuhan Yerusalem dan pembuangan ke Babel. Ketika Nabi Yehezkiel mengenang peristiwa tersebut, ia mendapat penglihatan dari Allah. Ia dibawa kembali ke tanah Israel dan sebuah gunung yang tinggi. Di sana, ia melihat gambaran yang menyerupai "kota". Penglihatan yang Allah berikan kepada Yehezkiel harus disampaikan kepada bangsa Israel.
Bentuk Bait Suci baru berbeda dengan yang didirikan oleh Salomo. Bait Suci yang baru ini dikelilingi oleh tembok setinggi dan setebal enam hasta. Malaikat Allah melakukan pengukuran seluruh bangunan Bait Suci yang mulai dari pintu gerbang Timur. Setiap pintu gerbang berukuran 50x25 hasta. Di dalamnya terdapat serambi, kamar, dan setiap tiang tembok diukir gambar pohon kurma. Di pelataran luar ada 30 kamar untuk beribadah. Lebar pelataran luar adalah 100 hasta.
Lalu, Yehezkiel dibawa ke pintu gerbang Utara dan Selatan. Deskripsi pintu gerbang Utara sama dengan gerbang Timur dan Selatan, sedangkan tembok Barat tidak memiliki pintu gerbang. Yang berbeda hanya ada tambahan tujuh anak tangga dari luar kompleks Bait Suci menuju pintu gerbang itu dan delapan anak tangga untuk pelataran dalam.
Dalam Bait Suci itu terdapat pelbagai bilik dan perabot yang berfungsi sebagai tempat menyembelih dan membersihkan kurban bakaran. Ada juga berbagai ruang untuk para imam Lewi yang bertugas, baik di Bait Suci atau pun di mezbah. Selain itu, pelataran dalam berbentuk bujur sangkar (100x100 hasta). Di sini terdapat mezbah.
📖 Pengantar Yehezkiel 41
Bait Suci akan menjadi pusat ibadah, karena di sana ada ruang mahakudus, tempat Allah bersemayam sebagai raja atas Israel. Letak ruang mahakudus yang terlindung oleh ruang besar dan balai menunjukkan bahwa ruang itu tidak dapat sembarangan dimasuki.
Mezbah di depan Bait Suci menunjukkan perlunya persembahan kurban, suatu pengantara untuk dapat masuk atau mendekati Bait Suci. Allah begitu kudus dan menuntut semua yang hendak menghampiri-Nya untuk memelihara kekudusan diri.