📌 Ringkasan sebelumnya : Yehezkiel 41
Dekorasi dan Perabotan Bait Suci
Ketiga pintu gerbang, di Timur, Utara, dan Selatan, terbuka ke dalam mengarah ke satu titik, yaitu mezbah. Bait Suci terdiri atas tiga bagian, yakni: bagian depan disebut balai, bagian tengah disebut ruang besar, dan bagian belakang disebut ruang dalam. Ruang dalam ini dinamai ruang Mahakudus. Semua konstruksi Bait Suci yang baru serupa dengan Bait Suci Salomo.
Di sekeliling Bait Suci ada berbagai kamar tambahan yang bertingkat tiga. Di belakang Bait Suci sebelah ujung Barat terdapat sebuah bangunan. Kemungkinan ruangan yang ada di Bait Suci dipakai sebagai tempat penyimpanan perabotan dan benda-benda lainnya. Penjelasan tentang Bait Suci diakhiri dengan ukuran keseluruhannya: 100x100 hasta untuk pelataran dalam, untuk Bait Suci, dan berbagai ruangan di sampingnya. Sedangkan bentuk bujur sangkar dan ukuran-ukuran simetris melambangkan kesempurnaan Allah.
Dinding-dinding Bait Suci dihiasi dengan ukiran-ukiran gambar kerub dan pohon kurma. Ukiran pohon kurma dapat terlihat saat orang-orang masuk melalui pintu gerbang luar hingga pada daun-daun pintu tempat Mahakudus. Fungsinya bukan untuk keindahan semata, tetapi melambangkan harapan hidup dan kemakmuran (pohon kurma) serta keamanan (kerub).
Allah itu kudus. Setiap orang yang hendak datang di hadapan-Nya wajib menguduskan dirinya dan memanjatkan segala pujian serta syukur kepada-Nya. Kegunaan meja roti sajian adalah untuk menempatkan persembahan syukur atas segala berkat Tuhan. Ibadah yang benar selalu berangkat dengan perasaan gentar akan kekudusan Tuhan yang diteruskan dengan syukur dan puji- pujian.
📖 Pengantar Yehezkiel 42
Apakah yang harus dilakukan oleh seorang pelayan Tuhan sebelum ia melakukan pelayanannya? Ia harus mempersiapkan diri lebih dulu. Sesederhana apa pun pelayanan yang dipercayakan kepada dia, ia tidak boleh malas mempersiapkannya. Sikap yang menganggap enteng pelayanan, sama dengan menghina Tuhan empunya pelayanan.
Dalam penglihatan Yehezkiel, untuk menjaga kudusnya pelayanan kepada Allah, para imam juga mendapat tempat khusus bagi mereka, yakni bilik-bilik kudus, yang letaknya di pelataran luar sama dengan bilik-bilik bagi umat.