📌 Ringkasan sebelumnya : Yehezkiel 42
Tongkat pengukur adalah alat untuk mengukur. Dalam nas hari ini, tongkat pengukur digunakan untuk megukur semua bagian dari Bait Suci baru, mulai dari pintu gerbang pelataran luar dan dalam bangunan Bait Suci, tempat Tuhan berjumpa dengan umat-Nya.
Bait Suci lama yang dibangun Raja Salomo dengan megah telah dihancurkan bangsa Babel pada sekitar tahun 586 SM.
Kini, Nabi Yehezkiel melihat tersedianya suatu. Bait Suci baru di atas gunung yang sangat tinggi. Menarik karena dalam penglihatan nabi, Bait Suci baru diukur dengan tongkat pengukur (16-20). Jika Bait Suci baru itu sebuah Bait Suci simbolis yang melukiskan berkat-berkat seribu tahun atau sebuah Bait Suci yang akan didirikan pada masa kerajaan seribu tahun, suatu hari nanti kehadiran dan kemuliaan Allah akan dikembalikan kepada umat-Nya untuk selama-lamanya. Ini suatu Bait Suci yang nyata, yang mana orang-orang tebusan Allah hidup menyembah Allah.
Wajar bila Bait Suci baru ini diukur dengan tongkat pengukur. Tuhan sendirilah yang akan menentukan standar untuk Bait Suci baru. Bangsa Israel yang pulang dari pembuangan akan memperoleh status baru, dahulu mereka dibuang dan hidup sengsara dalam penindasan, kemudian akan dipulihkan dan diselamatkan. Mereka akan hidup dengan standar yang ditentukan oleh Allah sendiri.
Allah. Sebagai Israel baru, kita dinasihati untuk hidup sesuai standar atau ukuran yang Allah tetapkan di dalam Tuhan Yesus Kristus, yakni hidup mengasihi Allah dan mengasihi sesama manusia.
📖 Pengantar Yehezkiel 43
Gambaran akan gerbang di sebelah timur adalah ingatan akan luka mendalam Israel karena penghakiman Allah. Allah murka atas ketidaksetiaan Israel yang mengakibatkan merajalelanya ketidakadilan dan kekerasan. Allah kembali mengulang gambaran akan gerbang timur. Apakah ini menandakan murka Allah belum padam juga?