📌 Ringkasan sebelumnya : Matius 12
Orang Farisi punya daftar hukum yang dibuat berdasarkan aturan yang tertulis dalam Kitab Suci. Hukum itu dianggap sama derajatnya dengan Kitab Suci. Salah satunya adalah hukum Sabat. Orang dilarang bekerja pada hari Sabat.
Murid-murid Yesus dituduh melanggar Sabat karena bekerja. Padahal mereka hanya memetik gandum dan memakannya! Menjawab tuduhan itu, Yesus menceritakan kisah Daud saat melarikan diri dari Saul. Waktu lapar, Daud ke Rumah Allah dan menerima roti kudus dari imam Ahimelekh. Sebenarnya roti itu hanya boleh dimakan oleh imam. Bersalahkan Ahimelekh dan Daud? Terbukti kemudian bahwa dengan memberi roti itu kepada Daud, Ahimelekh memenuhi maksud Allah.
Kisah kedua adalah para imam. Mereka bekerja, melayani umat, justru pada hari Sabat. Salahkah mereka? Allah yang menyuruh mereka! Salahkah Allahkah? Tentu tidak. Ia punya maksud tersendiri. Pernyataan Yesus bahwa Dia Tuhan atas Sabat menyatakan bahwa Dia punya otoritas atas Sabat.
Lalu Yesus menyembuhkan orang yang sebelah tangannya lumpuh pada hari Sabat itu juga. Agar orang Farisi paham, Yesus membandingkan dengan kisah domba yang jatuh ke lubang pada hari Sabat. Salahkah orang bila menolong domba itu?
Dengan kisah itu, Yesus ingin mengajarkan bahwa makna Sabat bukan sekadar berhenti dari semua aktivitas melainkan bagaimana melakukan kehendak Allah di hari itu. Jika Sabat dirancang sebagai hari kudus, hari untuk beristirahat dan dipulihkan, hari perayaan kasih karunia Allah, bukankah memberi makan mereka yang lapar dan menyembuhkan orang yang sakit sesuai juga dengan makna Sabat?
Sebab itu mari kita bijak melihat maksud Allah dalam tiap hukum-Nya. Ingatlah bahwa Ia merancang hukum untuk kesejahteraan umat dan bukan sebaliknya. Maka jangan hanya bersikap keras dan menghakimi orang yang melakukan kesalahan. Melainkan bersikaplah seperti Yesus yang melayani dengan lemah lembut dan penuh belas kasihan.
📖 Pengantar Matius 13
Keberadaan Yesus selalu menarik perhatian banyak orang. Namun, kali ini ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi tidak mengikuti Yesus sebab Yesus tidak sedang mengajar di rumah ibadat. Pengajaran Tuhan Yesus saat itu ditujukan kepada orang banyak dan Ia mengajar tentang Kerajaan Allah.